https://www.radaroke.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.radaroke.com

Iklan Rohul 1

https://www.radaroke.com

  • ";
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

Terbaru

Trending

Pilihan

RadarTVoke

Diduga Lakukan Kriminalisasi Terhadap Ketua Setwil FPII, Tim Law Firm Segera Bersurat ke Presiden Minta Perlindungan Hukum

Diduga Lakukan Kriminalisasi Terhadap Ketua Setwil FPII, Tim Law Firm Segera Bersurat ke Presiden Minta Perlindungan Hukum

Beranda / Nasional /
Senin, 07 Juli 2025 - 13:26 WIB  
Editor : Abdul Kadir

Jakarta, www.radaroke.com – Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) modus janjikan proyek penimbunan Dermaga Pelindo di Lombok Barat naik penyidikan. Peningkatan status penanganan kasus ini berdasarkan surat SP.Sidik/116.a/VII/RES.1.24/2024/Ditreskrimum, tertanggal 2 Juli 2024 lalu.

"Terkesan memunculkan kesan langkah spekulasi dimana runutan peristiwa dari proses yang berjalan cukup lama, lalu ada vonis yang dipaksakan tanpa diberikan ruang untuk mangajukan banding hingga mengabaikan putusan perkara perdata yang seharusnya dijadikan referensi atau pertimbangan hakim dalam memberi rasa keadilan," kata Adv.Lilik Adi Gunawan, S.H, Managing Partner Kasihhati Law Firm saat di wawancara awak media pada Minggu, (6/7/2025) di Jakarta. 

“Kami menilai Direskrimum Polda NTB yang baru beberapa waktu menjabat, belum memahami secara utuh proses seluk beluk awal bagaimana bergulirnya kasus ini, ada kesan terlalu tergesa-gesa menyimpulkan, tanpa mendalami terlebih dahulu," tegas Adv. Lilik Adi Gunawan.S.H.

"Sebagai bentuk pembelaan diri atas sikap arogansi tersebut, saya telah menunjuk Adv.Lilik Adi Gunawan,S.H., Managing Partner Firma Kasihhati Law Firm untuk mendampingi saya dalam proses pemanggilan Saksi ke- 1 dari Direskrimum Polda NTB." jelas Mawardi saat di konfirmasi awak media melalui sambungan telpon. 

"Saya sudah menerima Surat Panggilan Saksi Ke-1 dari Polda NTB dengan Nomor: S.Pgl/584//VII/RES.1.24./2025/Direskrimum pada 18 Juni 2025,dan saya telah mengirimkan surat penundaan untuk diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda NTB," tegas Mawardi. 

"Kami akan memberikan pendampingan hukum dan perlindungan agar klien kami mendapatkan kepastian hukum," jelas Adv. Lilik Adi Gunawan,SH.

"Kami akan melayangkan surat resmi kepimpinan tertinggi jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri );untuk segera membentuk tim khusus yang akan mengkaji proses yang ditengarai bernilai tendensius terhadap klien kami," ungkap Adv. Lilik Adi Gunawan.S.H.

"Kami menunggu dan meminta langkah tegas Kapolri terkait kasus tersebut agar ditarik ke Mabes Polri karena kami menduga atas upaya secara terstruktur dan sistemati telah terjadi kriminalisasi kepada Setwil FPII NTB yang jelas akan mencoreng nama baik institusi dalam persoalan tersebut," tegasnya. 

 

Adv.Lilik Adi Gunawan,S.H., memaparkan kronologi peristiwa hukum yang dialaminya berawal usai menjalani masa hukuman kemudian muncul kembali laporan baru yakni tuduhan “tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani Reskrimum Polda NTB , kemudian dilimpahkan ke Reskrimsus Polda NTB lalu berproses selama satu tahun, dan kemudian ketika berganti pimpinan, sekarang kembali klien kami malah dipanggil lagi ke Reskrimum Polda NTB , ini kasus kok seperti dipimpong sana pimpong sini.

“Klien kami sudah melakukan gugatan perdata dan sudah berkekuatan hukum tetap melalui Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor: 137/Pdt 5/20 IB/PN Mtr Tanggal, 6 Maret 2019 dimana Majelis Hakim menyatakan pihak yang memperkarakan klien kami ini justru dinilai “Wanprestasi," ujar lawyer muda Managing Partner Kasihhati Law Firm. 

Bahwa dalam objek dan perkara hukum yang sama bahkan juga telah menjalani pidana berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor:627/Pid.B/2010/PN Mtr. Tanggal, 19 Desember 2019.

Tudingan atas tindakan pencucian uang juga sangat tidak mendasar, karena tidak memenuhi unsur dimana pada prinsipnya TPPU adalah upaya untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diperoleh dari berbagai tindak pidana,aeperti: Korupsi, penyuapan, penyelundupan, penyelundupan tenaga kerja, penyelundupan imigran, perbankan, narkotika, psikotropika, perdagangan budak, wanita, dan anak, tidak ada satupun unsur itu berkaitan dengan TPPU.

"Konsekwensi hukum berdasarkan putusan Pengadilan pun sudah dijalani kendati proses banding yang terkesan dibuat tidak bisa berjalan sesuai hak klien kami selaku warga negara untuk menuntut keadilan karena adanya tekanan dan arahan sesat dalam menterjemahkan hak saya menuntut keadilan," paparnya. 

Putusan Pengadilan tetap memvonis klien kami bersalah dan mengabaikan bukti yang diajukan berupa copy putusan perdata yang menyatakan bahwa pelapor wanprestasi sehingga klien kami tidak terbukti melakukan pelanggaran pidana.

Tidak cuma sampai disitu, upaya untuk menuntut hak klien kami untuk mendapatkan keadilan pun dihalangi dengan berbagai dalih dan alasan sehingga saya sebagai warga negara yang berhak atas perlindungan hukum merasa mendapat perlakuan diskriminatif dan harus mendekam dibalik jeruji besi tembok penjara tanpa diberikan ruang pembelaan.

Media lokal yang memuat pemberitaan terkait kasus tersebut juga setahun yang lalu terlihat sangat tidak profesional dalam mengemas berita,terkesan menyampaikan berita pesanan dan bersifat sepihak terlebih lagi pencantuman nama tanpa menggunakan inisial jelas melanggar kode etik jurnalistik dan dinilai kurang menghargai hak hukum seseorang yang masih dalam proses yang belum tentu memenuhi unsur TPPU lantaran masih berproses dikepolisian.

“Kami adalah Advokat /Pengacara yang konsen sebagai Garda Terdepan Pembela Insan Pers Independen sesuai dengan UU No.40 Tahun 1999 tentu kami beserta jaringan Konstituen Dewan Pers Independen (DPI) di seluruh Indonesia akan kawal kasus yang menyeret Ketua Setwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi NTB."pungkas Adv.Lilik Adi Gunawan, S.H, yang juga sebagai Dewan Pakar Presidium FPII.

(Tim/Red) 

 

*Sumber: Firma Kasihhati Law Firm*


TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BACA JUGA

  • BEM Se-Riau Wilayah Bengkalis Dukung Perjuangan Masyarakat Bukit Batu Tuntut Dana CSR PT Surya Dumai

    BEM Se-Riau Wilayah Bengkalis Dukung Perjuangan Masyarakat Bukit Batu Tuntut Dana CSR PT Surya Dumai

    Selasa, 04/03/2025 - 16:07 WIB
  • Tiga Bulan Jembatan Sungai Rokan Dibiarkan, Himpunan Mahasiswa Rohul Bakal Geruduk DPRD Riau

    Tiga Bulan Jembatan Sungai Rokan Dibiarkan, Himpunan Mahasiswa Rohul Bakal Geruduk DPRD Riau

    Rabu, 26/02/2025 - 14:54 WIB
  • Berasal dari Desa Terpencil dan Berhasil Jadi Gubernur, Segini Harta Kekayaan Abdul Wahib

    Berasal dari Desa Terpencil dan Berhasil Jadi Gubernur, Segini Harta Kekayaan Abdul Wahib

    Minggu, 23/02/2025 - 19:47 WIB
  • Sejumlah Alat Berat yang Digunakan PETI Masih Bebas Beroperasi di Kuansing, Inisial AN Diduga Kebal Hukum

    Sejumlah Alat Berat yang Digunakan PETI Masih Bebas Beroperasi di Kuansing, Inisial AN Diduga Kebal Hukum

    Senin, 17/02/2025 - 00:18 WIB

JANGAN LEWATKAN

  • Sempena Milad ke-108, PDA Aisyiyah Pekanbaru Kukuhkan Pengurus Daycare Lansia

    Kupas Kasus•
    Sabtu, 05/07/2025 - 17:42 WIB
    Pekanbaru, radaroke.com - Sempana Milad Aisyiyah yang Ke-108, Pimpinan Daerah (PDA) Aisyiyah Kota
  • Gelar Razia Gabungan dan Tes Urin Kepada Warga Binaan, Lapas Kelas II Pekanbaru Berkomitmen Wujudkan Suasana Kondusif

    Kupas Kasus•
    Sabtu, 05/07/2025 - 13:59 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com – Bentuk komitmen melaksanakan Arahan 13 (tiga belas) Program
  • Polda Riau Berhasil Ringkus Pelaku Utama Pembunuhan di Dusun Kampung Lintang Desa Tambang Kampar, Ini Kronologinya! 

    Kupas Kasus•
    Jumat, 04/07/2025 - 21:54 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com - Kepolisian Daerah Riau berhasil meringkus dia orang pelaku perampokan
  • Seluas 311 Hektare Kebun Sawit Diserahkan Secara Sukarela, Wadansatgas PKH: Akan Dipulihkan Jadi Hutan

    Kupas Kasus•
    Rabu, 02/07/2025 - 20:13 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com – Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh
  • Menyalakan Api Perjuangan: HMI Komisariat FKIP dan FEKON UIR Sukses Gelar Basic Training LK 1

    Kupas Kasus•
    Rabu, 02/07/2025 - 19:45 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com — Dalam semangat membumikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,
  • Wujudkan Pelayanan Kesehatan Prima, Lapas Kelas IIA Pekanbaru Teken Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan dan RS PMC

    Kupas Kasus•
    Rabu, 02/07/2025 - 19:00 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menandatangani
Iklan Rohul 2

TRENDING

  • Terhadap Isu Tuntutan Pengungsi Rohingya di Pekanbaru

    Terhadap Isu Tuntutan Pengungsi Rohingya di Pekanbaru

    Minggu, 25/01/2026 - 18:56 WIB
  • Aksi Maling Motor Siang Bolong Digagalkan Warga Tapung

    Aksi Maling Motor Siang Bolong Digagalkan Warga Tapung

    Jumat, 23/01/2026 - 18:40 WIB
  • PeHR Luncurkan Green School Movement di Kampar, Dampak Nyata Green Policing Polda Riau

    PeHR Luncurkan Green School Movement di Kampar, Dampak Nyata Green Policing Polda Riau

    Kamis, 29/01/2026 - 17:56 WIB
  • Mantan Kades Indra Sakti Divonis 7 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Alih Status Tanah Transmigrasi

    Mantan Kades Indra Sakti Divonis 7 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Alih Status Tanah Transmigrasi

    Senin, 26/01/2026 - 20:50 WIB
  • Polsek Tapung Ringkus Pencuri Komponen, Aset PHR Selamat

    Polsek Tapung Ringkus Pencuri Komponen, Aset PHR Selamat

    Minggu, 25/01/2026 - 13:33 WIB
  • Ratusan Siswa Tapung Tanam

    Ratusan Siswa Tapung Tanam' Pohon Bersama Kapolres, 'Green Policing' Dimulai!

    Kamis, 29/01/2026 - 16:58 WIB
  • INPEST Desak Audit PT SPR Demi Transparansi dan Progres Bisnis

    INPEST Desak Audit PT SPR Demi Transparansi dan Progres Bisnis

    Jumat, 23/01/2026 - 16:09 WIB
  • Tim Gasak Polres Kampar Amankan Pelaku Curanmor Berkat Info Masyarakat

    Tim Gasak Polres Kampar Amankan Pelaku Curanmor Berkat Info Masyarakat

    Minggu, 01/02/2026 - 14:17 WIB
  • Ini Langkah Kemkomdigi Perkuat Akses Digital di Wilayah 3T

    Ini Langkah Kemkomdigi Perkuat Akses Digital di Wilayah 3T

    Selasa, 27/01/2026 - 09:57 WIB
  • Masyarakat Apresiasi Inovasi Layanan Pertanahan yang Semakin Informatif: Setelah Datang Langsung Ternyata Lebih Mudah

    Masyarakat Apresiasi Inovasi Layanan Pertanahan yang Semakin Informatif: Setelah Datang Langsung Ternyata Lebih Mudah

    Rabu, 21/01/2026 - 16:28 WIB
Iklan P09

TOPIK VIRAL

  • # Presiden Prabowo      

  • # Pemprov Riau      

  • # Ketum APSI      

  • # Disdik Riau      

  • # Gubernur Riau      

Space Iklan P25
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RadarOke.com - All Right Reserved
    Desain by : Sarupo