Tim pengabdian ITP2I foto bersama usai pelatihan. Foto: Ist
Tim Pengabdian ITP2I Berikan Pelatihan Pengolahan Selai dan Gummy Bear dari Nanas di Desa Pangkalan Panduk
Beranda / Daerah / Pelalawan
Pelalawan, www.radaroke.com - Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) bersama Kelompok Tani Nenas Sejahtera dan Ibu Pengajian Desa Pangkalan Panduk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan selai dan gummy bear dari nanas pada hari Rabu, 2 Juli 2025 di Desa Pangkalan Panduk, Riau.
Salmiyati, M.Pd., Ph.D Wakil Rektor I Bidang Akademik ITP2I mengatakan, pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebagai bekal dalam mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal, serta menegaskan dukungan penuh institusi terhadap penguatan ekonomi desa melalui inovasi teknologi tepat guna," kata Salmiyati, M.Pd., Ph.D Wakil Rektor I Bidang Akademik ITP2I kepada redaksi www.radaroke.com melalui keterangan tertulisnya yang diterima Senin, (21/7/2025) siang.
Cik Salmi sapaan akrab Wakil Rektor I ITP2I itu menjelaskan, melalui program ini, tim pengabdian memperkenalkan inovasi pengolahan nanas menjadi produk bernilai tambah, yakni selai dan gummy bear.
"Produk olahan ini dipilih karena memiliki daya simpan yang lebih lama dan potensi pasar yang luas, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi limbah pertanian," paparnya.
Proses pelaksanaannya sambung Cik Salmi, dimulai dengan audiensi dan survei potensi sumber daya lokal bersama perangkat desa dan masyarakat.
"Dilanjutkan dengan sosialisasi manfaat pengolahan nanas serta pembuatan selai dan gummy bear yang dipandu oleh dosen dan praktisi teknologi pasca panen ITP2I. Peserta pelatihan mendapatkan materi mulai dari pemilihan buah nanas berkualitas, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk yang higienis dan menarik," lanjutnya.
Teknologi yang digunakan tambah Cik Salmi, bersifat sederhana. Sehingga mudah diterapkan dengan peralatan yang tersedia.
"Pelatihan ini tidak hanya membekali masyarakat dengan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman tentang aspek ekonomi dan peluang usaha berbasis komoditas lokal. Tim pengabdian melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan adanya pendampingan lanjutan, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha mikro berbasis produk olahan nanas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," terangnya.
Kegiatan ini merupakan respon terhadap permasalahan utama yang dihadapi masyarakat desa, yaitu tingginya tingkat pembusukan nanas akibat hasil panen yang melimpah namun belum diolah secara optimal.
"Selama ini, mayoritas hasil panen nanas hanya dijual dalam bentuk segar, sehingga ketika tidak terserap pasar, buah tersebut membusuk dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani serta berpotensi menjadi limbah organik yang merugikan lingkungan," ungkap Cik Salmi.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Kelompok Tani Nenas Sejahtera, Bapak Nazaruddin, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif ITP2I dalam mendampingi petani mengembangkan produk olahan berbasis nanas.
Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi solusi nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota kelompok tani di desa.
Perwakilan LPPM ITP2I Fachri Ibrahim Nasution, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong inovasi pengolahan hasil pertanian.
Ia juga menyampaikan komitmen ITP2I untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring agar program ini memberikan dampak berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Iffadhiya Fathin Adiba, S.TP., M.Sc., menegaskan, keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.
Harapannya, Desa Pangkalan Panduk dapat menjadi model pengembangan produk olahan hasil pertanian yang dapat direplikasi di daerah lain.
Program ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi dan teknologi tepat guna.
"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Desa Pangkalan Panduk diharapkan mampu menjadi sentra produksi selai dan gummy bear nanas yang berdaya saing, sekaligus berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Diperiksa Kejati Selama Empat Jam Terkait Dugaan Korupsi PI, Afrizal Sintong: Sebagai Saksi Saja
Pekanbaru, www.radaroke.com - Afrizal Sintong, memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan TinggiWanita Ini Ditangkap Polsek Tambang, Diduga Lalai Sebabkan Kebakaran Lahan
Kampar, www.radaroke.com - Seorang wanita SU (37) warga Desa Rimbo Panjang ditangkap PolsekWakapolda Riau Brigjen Pol. Jossy Sebut PT Multi Persada Servis Adalah Perusahaan Ramah Lingkungan
Pekanbaru, www.radaroke.com - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjen Pol. AdriantoAnniversary Ke-12 Dihadiri Gubri dan Wakapolda Riau, PT Multi Persada Servis Santuni 50 Anak Yatim
Pekanbaru, www.radaroke.com - PT Multi Persada Servis (MPS) merayakan Anniversary yang ke - 12Diminati Masyarakat, Gerakan Pangan Murah PTPN IV Regional III Hari Ini Kembali Dilanjutkan!
Pekanbaru, www.radaroke.com - Antusiasme masyarakat dalam mengikuti Gerakan Pangan Murah BerasBakso Malang Tugu Hadir di Pekanbaru, Harga Mulai dari 2500 Gratis Es Teh Manis Jumbo, Buruan Jangan Sampai Ketinggalan!
Pekanbaru, www.radaroke.com - Bagi pecinta kuliner Bakso, kini hadir Bakso Malang Tugu dengan menu













Komentar Via Facebook :