Hotspot Teratas, Riau Memanas
Beranda / Opini /
Oleh: Dian Ratna Sari, S. Pd
Hotspot atau titik panas berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di wilayah Sumatera ditemukan sebanyak ada 217.
Sebarannya, Bengkulu 4, Aceh 21, Jambi 3, Lampung 2, Sumatera Barat 23, Sumatera Utara 29, Bangka Belitung 26, Kepulauan Riau 1, Riau 48, dan terbanyak ada di Sumatera Selatan dengan 60 titik panas terhitung sejak juli 2025.
Dengan demikian, Provinsi Riau menempati posisi dua teratas terbanyak hotspot di Pulau Sumatera. Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Deby C, jelang akhir pekan di bulan Juli 2025 jumlah titik panas di Pulau Sumatera terus mengalami peningkatan.
Provinsi Riau sudah memasuki puncak musim panas dengan suhu udara berkisar 23.0 – 35.0 derajat celcius. Kelembapan udara antara 50 – 98 persen. Arah angin bergerak dari Tenggara – Barat / 10 – 30 dengan kecepatan km/jam.
Prakiraan tinggi gelombang di wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.5 – 1.25 meter (rendah).
Di provinsi Riau, Kabupaten dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak yang ada di provinsi Riau adalah kabupaten Rokan Hilir setelah itu di susul kabupaten Kampar 1 Pelalawan, Rokan Hulu 3, Indragiri Hulu 1, dan Kota Dumai 1.
Hal demikian seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah Rohil untuk menanggulanginya. Bahkan saat ini di beberapa kecamatan sudah dalam keadaan yang cukup parah.
Artinya berpotensi mengalami kabut asap lebih tinggi ketimbang daerah lain dan akan berdampak pada kesehatan masyarakat Rohil.
Adapun daerah yang paling banyak terdapat titik hotspot adalah kecamatan Bangko Pusako dimana terdapat 3 titik api.
Menurut syariat islam sumber air, sumber api atau bahan bakar serta padang rumput dan hutan tidak boleh dikuasai dan dikelola oleh perorangan instansi/kelompok yang dapat merugikan khalayak umum atau tidak terpenuhinya hajat hidup orang banyak.
Seluruh sumber daya alam yang terbentang di muka bumi ini hanya negara saja lah yang berhak mengelolanya lalu hasilnya di bagian kepada rakyat secara adil.
Bukan untuk dinikmati untuk keluarga oknum para pejabat-pejabat nakal beserta cukong-cukong yang ingin memperkaya dirinya dan keluarganya saja.
Pada kenyataanya yang terjadi lapangan tidak seindah yang kita bayangkan.
Lahan hutan yang terbentang di seluruh pelosok negeri telah dirampas oleh oknum pejabat dan oknum perusahaan yang rakus dan tamak. Mereka tidak mementingkan kesejahteraan rakyat yang notabene nya berdomisili disekitar area lahan hutan tersebut.
Mereka merampas hak yang seharusnya dirasakan oleh rakyat kecil yang menggantung kan hidupnya pada kekayaan sumber daya alam. Pulau Sumatera memiliki banyak lahan yang tersebar diberbagai daerah Kabupaten atau kecamatan .
Puak Melayu Riau
Puak Melayu Riau membagi hutan tanah dalam beberapa bagian, yakni: rimba simpanan (larangan), tanah kebun, tanah peladangan, rimba kepungan silang dan tanah pekarangan.
Kelestarian hutan di tanah melayu itu telah menjawab segala kebutuhan makhluk hidup. Rimba simpanan telah menjawab semua kepentingan untuk melestarikan flora dan fauna. Tanah kebun dan ladang untuk hajat hidup orang banyak.
Rimba kepungan sialang di peruntukkan lebah hutan membuat sarang yang madunya sangat berkhasiat. Tanah pekarangan tempat membuat perkampungan. Semua aspek ini saling berkesimbungan dan saling menguntungkan satu sama lain.
Di Rantau Kuantan daerah Kabupaten Kuantan Singingi, sampai tahun 1950-an masih dapat dijumpai 50 kawasan rimba simpanan (larangan). Pada saat Itu mendapatkan perlindungan dari pemerintah Belanda melalui Residen Riau dengan ketetapannya pada tanggal 20 Maret 1919 Nomor 82 yang berlaku mulai 1 April 1999.
Di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan pada tahun 1987 masih terpelihara lebih kurang 75 hektare rimba Kepungan Sialang.
Lahan hutan yang terbentang akan selalu indah eksotis jika memang selalu di jaga oleh manusia.
Tata hutan tanah yang terjaga memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat untuk bertahan hidup. Adapun macam-macam mata pencaharian puak Melayu yang biasanya digeluti oleh masyarakat umum antara lain: belasan, berkebun, beternak, berniro, berniaga, bertulang, mencari ikan dan memanfaatkan hasil hutan.
Mata pencaharian tersebut akan membantu kebutuhan hidup untuk mensejahterakan anak bangsa. Jadi lahan hutan belantara yang terpelihara dengan lestari itu sebenarnya dapat bernilai ekonomi yang amat besar tanpa kita mengeluarkan tenaga dan biaya yang mahal. Nilai ekonomi hutan yang lestari akan lebih besar daripada nilai ekonomi yang diperoleh dengan cara merusaknya.
Riau Memanas
Hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah bekerja sama dengan instansi yang ada di setiap kecamatan untuk saling berisinergi membentuk satgas melindungi lahan di setiap titik yang telah terdampak.
Kemudian selalu menjaga lahan agar tidak terjadi pembakaran massal oleh oknum perusahaan yang akan membuka lahan karena jika dibiarkan secara terus menerus maka warga lah yang akan menanggung resiko nya. Adapun Kecamatan-kecamatan di Rokan Hilir yang lahan nya terdapat titik panas (hotspot) terparah adalah kecamatan Bangko Pusako, Kecamatan Kubu Babusalam.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Edarkan Narkotika untuk Modal Nikah, Pemuda Ini Malah Diamankan Polda
Pekanbaru, www.radaroke.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kembali menunjukkanWarga Desa Tarai Bangun Ditangkap Polres Kampar, Sabu-Sabu 5.86 Gram Ikut Diamankan
Kampar, www.radaroke.com - Satresnarkoba Polres Kampar berhasil mengamankan seorang pelaku NarkobaCabuli Anak Dibawah Umur Hingga Hamil 7 Bulan, Polisi Tangkap Pelaku di Batu Belah Kampar
Kampar, www.radaroke.com - Satreskrim Polres Kampar tangkap pelaku pencabulan berinisial AB (19)Lapas Pekanbaru Konsisten Gelar Razia Kamar Hunian Warga Binaan
Pekanbaru, www.radaroke.com – Sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamananPresiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir untuk Anak dari Gizi, Kesehatan Hingga Fasilitas
Jakarta, www.radaroke.com – Hari Anak Nasional (HAN) bukan sekadar perayaan tahunan. PresidenDinilai Abai Terhadap Hak Masyarakat, Senin Mendatang Ratusan Massa Akan Geruduk PT Adimulia Agrolestari
Pekanbaru, www.radaroke.com - Dalam waktu dekat, gelombang aksi demonstrasi dari besar-besaran akan













Komentar Via Facebook :