Ketua Satgas Pantas Provinsi Riau Drs H. Pahmijan M. Pd saat memberikan keterangan pers. Foto: AK
Kembali Pimpin Satgas Pantas, Ini Fokus Pahmijan Entaskan Persoalan Siswa Putus Sekolah di Riau
Beranda / Daerah / Pekanbaru
Pekanbaru, www.radaroke.com - Kembali dipercaya memimpin Satuan Tugas Pengentasan Anak Putus Sekolah (Satgas Pantas) Provinsi Riau, Pahmijan optimis mampu mengentaskan persoalan anak yang putus sekolah yang ada di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Menurut Pahmijan, berdasarkan data Kemendikbud tahun 2021, terdapat 53.682 anak di Provinsi Riau yang tidak bersekolah.
"Angka ini menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi," kata Ketua Satgas Pantas Provinsi Riau Drs H. Pahmijan M. Pd kepada awak media usai dilantik di Balai Serindit Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (6/8/25) malam.
Pahmijan menjelaskan, di Provinsi Riau terdapat 3 daerah yang memiliki angka siswa putus sekolah tinggi.
"Diantaranya Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti. Ketiganya akan menjadi fokus prioritas Satgas Pantas dalam waktu dekat," jelasnya.
Untuk itu, ia berkomitmen untuk terus melakukan observasi dan survei lapangan.
"Tujuannya untuk memastikan efektivitas penyaluran kembali anak-anak ke bangku sekolah. Tantangannya tentu ada, terutama pada aspek pendanaan. Untuk itu, transformasi digital juga akan didorong agar anak-anak Riau bebas dari putus sekolah,” tambahnya.
Pahmijan menjelaskan bahwa Satgas PANTAS Riau dibentuk dari kalangan pemerintahan, akademisi, tokoh masyarakat dan praktisi pendidikan yang ada di Provinsi Riau.
"Satgas Pantas bertujuan untuk menemukan akar masalah dari anak tidak sekolah dan berupaya mencari solusi permasalahan tersebut," terangnya.
Pahmijan menegaskan, setiap masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan diri menurut UUD 1945.
"Namun demikian, hal ini tidak mudah untuk diwujudkan, banyak motif masalah yang melatarbelakangi. Diantaranya permasalahan ekonomi, lingkungan, kurangnya minat, sosial, internal keluarga dan sosial jadi beberapa faktor penyebab anak putus sekolah dan tidak bersekolah," tegasnya.
Ia berharap, semua stakaholder memberikan dukungan penuh dalam membantu pengentasan persoalan siswa putus sekolah yang ada di Riau.
"Terutama yang berada di daerah 3T, seperti di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti," pungkasnya.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Berasal dari Desa Terpencil dan Berhasil Jadi Gubernur, Segini Harta Kekayaan Abdul Wahib
Pekanbaru, www.radaroke.com - Abdul Wahid berasal dari Desa terpencil yang susah untuk







Komentar Via Facebook :