Dilema Sumpah Pemuda: Semangat yang di kubur hidup-hidup di Tanah Melayu
Catatan Tajam dari Riau yang Mulai Lupa Api Perjuangan
Beranda / Gagasan /
HAMPIR seabad setelah “Sumpah Pemuda” mengguncang Nusantara, api perjuangan yang dulu membakar dada para pejuang kini tampak redup di dada generasi muda Riau.
Sumpah yang dulu lantang diikrarkan, kini hanya jadi teks hafalan di podium upacara dan caption basa-basi di Instagram.
Ya, Riau—tanah Melayu yang seharusnya menjadi ladang semangat kebangsaan—hari ini justru seperti sedang kehilangan arah. Pemudanya bising di dunia maya tapi sunyi di dunia nyata. Pandai berdebat di kolom komentar, tapi gagap bertindak di lapangan.
Dari Api Perjuangan ke Abu Seremoni
Setiap tahun, tanggal 28 Oktober dirayakan dengan gegap gempita: barisan baju adat, lomba orasi, hingga slogan “Bangkitkan Semangat Pemuda”. Tapi setelah spanduk diturunkan dan bendera digulung, apa yang tersisa?
Yang tersisa hanya formalitas dan seremonial, sementara idealisme dikubur bersama naskah pidato pejabat yang tak pernah dipahami isinya.
Para pemuda lebih sibuk berburu “selfie nasionalis” ketimbang menyalakan gerakan sosial. Mereka fasih bicara perubahan, tapi tak punya nyali melawan kebusukan sistem.
Ironinya, yang membunuh semangat Sumpah Pemuda bukan penjajah asing—tapi kenyamanan dan ketakutan yang ditumbuhkan oleh bangsanya sendiri.
Dilema Anak Muda Riau: Idealistis vs Realistis
Di Riau, banyak pemuda cerdas, tapi sayangnya lebih banyak yang memilih diam.
Mereka tahu politik lokal busuk, tapi enggan bersuara.
Mereka tahu korupsi merajalela, tapi takut kehilangan peluang kerja.
Mereka tahu rakyat menderita, tapi sibuk mempercantik feed media sosial.
Mereka terjebak di antara dua kutub: antara lapar visi dan lapar gaji. Antara ingin mengubah dunia, tapi takut tak bisa bayar kontrakan bulan depan.
Dan di tengah dilema itu, semangat Sumpah Pemuda perlahan tereduksi jadi nostalgia—indah diucapkan, tapi hampa dijalankan.
Tapi Bara Itu Belum Padam
Namun, tak semuanya suram.
Masih ada kelompok-kelompok muda di Riau yang bekerja tanpa publikasi: mereka mendirikan perpustakaan kecil di desa, menanam mangrove di pesisir, melawan eksploitasi hutan, hingga mendidik anak-anak di pinggiran sungai.
Mereka bukan seleb medsos, bukan influencer, tapi pewaris sejati semangat Sumpah Pemuda—yang tak menunggu sorotan kamera untuk bergerak.
“Satu Tanah Air” bagi mereka berarti melawan kerakusan tambang dan perampasan lahan.
“Satu Bangsa” berarti menolak perpecahan dan menegakkan keadilan sosial.
“Satu Bahasa” berarti berbicara jujur meski melawan arus kekuasaan.
Sumpah yang Harus Ditebus Kembali
Kini, tugas pemuda Riau bukan lagi sekadar mengenang sejarah, tapi menebus sumpah yang dikhianati zaman.
Bangkit dan rebut kembali makna “pemuda”—bukan sekadar umur di bawah 30, tapi keberanian untuk berkata “tidak” pada kebusukan, penindasan, dan kemunafikan.
Sumpah Pemuda tak butuh seremoni megah, tak perlu pidato pejabat yang gemetar membaca teks.
Yang dibutuhkan adalah gerakan nyata, keberanian, dan ketegasan untuk mengguncang sistem yang beku.
Riau tak butuh pemuda yang sibuk bergaya di TikTok, tapi pemuda yang siap berkeringat di jalan, di kampung, di ruang ide, dan di hati rakyat.
Karena sejatinya, Sumpah Pemuda bukan untuk diucapkan — tapi untuk diperjuangkan.
Dan jika generasi muda Riau berani menyalakan bara itu kembali, maka sejarah akan mencatat: “Api Sumpah Pemuda pernah padam, tapi dibangkitkan lagi dari Tanah Melayu.”
Penulis : Abdul Hafidz AR, S. IP,
Ketua Bidang Informasi dan Teknologi Pemuda Muhammadiyah Riau,
Humas PWI Riau,
Wakil Ketua Bidang Informasi DPD KNPI Riau,
Wakil Ketua Bidang Buruh, Tani dan Nelayan DPD Repdem Riau.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Desa Pangkalan Batang Barat Turunkan 25 Kafilah pada MTQ ke-57 Kecamatan Bengkalis
Bengkalis,Radaroke.com– Pemerintah Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis,Desa Kelebuk Turunkan 21 Kafilah pada MTQ ke-57 Kecamatan Bengkalis
BENGKALIS,Radaroke.com– Pemerintah Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis, pada pelaksanaanTanggapi Aduan Masyarakat, Lapas Pekanbaru Langsung Gelar Razia Kamar Hunian Warga Binaan
Pekanbaru, www.radaroke.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA PekanbaruGubri Apresiasi Kerja Keras PMI Sediakan Darah Bagi Masyarakat
Pekanbaru, www.radaroke.com - Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi yang tinggi kepadaDiikuti 5 Kabupaten/Kota, Pengda Dj Riau Kolaborasi Mall SKA Sukses Gelar Club Mix Dj
Pekanbaru, www.radaroke.com - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Disc Jockey Indonesia ProvinsiPolsek Singingi Hilir Tangani Kasus Dugaan Penggelapan Buah Kelapa Sawit Milik PT. IIS
Kuantansingingi, www.radaroke.com – Jajaran Polsek Singingi Hilir Polres Kuantan Singingi













Komentar Via Facebook :