Misteri Hilangnya Warga Berancah, Bengkalis di Sungai Liong
Beranda / Daerah / Bengkalis
Bengkalis, www.radaroke.com - Abner alias Vena (62), akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari ketika pergi menangkap ikan di Perairan Kuala Sungai Liong Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Vena ditemukan dengan kondisi telungkup tanpa pakaian di Pantai Penampar, Desa Deluk, Kecamatan Bantan, atau sekitar 4 kilometer (Km) dari tempat kejadian hilangnya korban.
Vena, diidentifikasi merupakan warga Jalan Batin Tali Desa Berancah, Kecamatan Bantan. Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas Bhabinkamtibmas Desa Jangkang, Aipda Wanrinaldi bersama masyarakat ke RSUD Bengkalis untuk diautopsi.
"Ya korban yang sempat dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian sejak kemarin sudah ditemukan di pantai sekitar Desa Jangkang dengan kondisi meninggal dunia," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kapolsek Bantan AKP Kasmandar Subekti dikonfirmasi riauterkini.com, Sabtu (9/12/23).
Informasi tambahan, Vena dilaporkan hilang melaut oleh anggota keluarganya, Jumat (8/12/23) siang kemarin ke pihak Polsek Bantan yang diterima PS. Ka. SPKT 1 Aipda Syahrico Putra dan penebalan Bhabin Bripka Hendra, Bripka Yulfandi dan Piket Intel Bripda Novianda.
Atas laporan tersebut, Kapolsek Bantan AKP Kasmandar dan sejumlah personel turun ke lapangan meminta bantuan ke Basarnas dan TNI guna mencari korban.
Dan, dikabarkan sebelumnya, korban Vena pergi menangkap ikan menggunakan kapal pada Selasa (5/12/23) sekitar pukul 16.00 WIB. Seperti biasanya korban pulang keesokan harinya, Rabu (9/12/23). Namun hingga Jumat pagi korban tak kunjung pulang.
Kapal korban ditemukan terikat di tiang pancang dan terendam air atau tenggelam di Kuala Sungai Liong.
Menurut keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat pernah menderita sakit stroke sekitar lima tahun yang lalu.
Ditemukan Telungkup
Korban ditemukan dengan kondisi tertelungkup tanpa pakaian di Pantai Penampar, Desa Deluk, Kecamatan Bantan, atau sekitar 4 kilometer (Km) dari tempat kejadian hilangnya korban.
Kapolsek Bantan AKP Kasmandar Subekti mengatakan, korban yang merupakan warga Jalan Batin Tali Desa Berancah, Kecamatan Bantan langsung dievakuasi petugas bersama masyarakat ke RSUD Bengkalis untuk diautopsi.
"Memang sebelumnya korban yang sempat dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian sejak kemarin sudah ditemukan di pantai sekitar Desa Jangkang dengan kondisi meninggal dunia," ujarnya menyitat riauterkini.com.
Sebelumnya, seorang nelayan dilaporkan hilang terjatuh kelaut saat mencari ikan di perairan kuala selat baru Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Pada Titik Koordinat Perkiraaan 1°33'39.8"N 102°15'55.8"E.
Saat upaya pencarian, keluarga korban menemukan kapalnya. Namun korban tidak ada diatas kapalnya, sehingga kuat dugaan korban jatuh ke laut.
Petugas gabungan terdiri dari Basarnas Bengkalis, BPBD dan masyarakat melakukan upaya pencarian korban.
Sampan atau perahu diyakini milik nelayan hilang ditemukan petugas dalam keadaan terikat, namun tenggelam.
“Menurut keterangan warga, korban atas nama Apnir panggilannya Pena berumur sekitar 60-an tahun.
"Sampan ditemukan dengan kondisi terikat dan tenggelam,” ungkap Petugas BPBD Bengkalis, Afdal dikonfirmasi wartawan.
Berangkat Hari Selasa
Menurut informasi yang dirangkum, pada Selasa (05/12/23) sekitar pukul 16.00 WIB korban Pena pergi melaut untuk mencari ikan.
Jasad nelayan tersebut diidentifikasi merupakan warga Jalan Batin Tali Desa Berancah, Kecamatan Bantan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas Bhabinkamtibmas Desa Jangkang, Aipda Wan Rinaldi bersama masyarakat ke RSUD Bengkalis untuk diautopsi.
“Ya, korban yang sempat dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian sejak Jumat (08/12/24). Korban sudah ditemukan di pantai sekitar Desa Jangkang dengan kondisi meninggal dunia,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kapolsek Bantan AKP Kasmandar Subekti, Sabtu (09/12/23).
Informasi tambahan, nelayan itu dilaporkan hilang melaut oleh anggota keluarganya, Jumat (08/12/23) siang ke pihak Polsek Bantan yang diterima PS.
Ka. SPKT 1 Aipda Syahrico Putra dan Penebalan Bhabin Bripka Hendra, Bripka Yulfandi serta Piket Intel Bripda Novianda.
Atas laporan tersebut, Kapolsek Bantan AKP Kasmandar dan sejumlah personel turun ke lapangan meminta bantuan ke Basarnas dan TNI guna mencari korban.
Dikabarkan sebelumnya, korban Pena pergi menangkap ikan menggunakan kapal pada Selasa (05/12/23) sekitar pukul 16.00 WIB. Seperti biasanya korban pulang keesokan harinya, Rabu (06/12/23).
Namun hingga Jumat pagi korban tak kunjung pulang.
Kapal korban ditemukan terikat di tiang pancang dan terendam air atau tenggelam di Kuala Sungai Liong.
Diolah dari berbagai sumber
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Ini Tanggapan Istana Terkait Banner Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan
Jakarta: Sebelumnya, warga Jogja geger dengan adanya baliho bertuliskan 'Jokowi Alumnus UGMBawaslu Tanggapi Caleg Somasi Pemilik Rumah yang Ditempeli Stiker Kampanye
Jakarta, www.radaroke.com - Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menyentilAnggota PWI Riau Dihimbau Berpartisipasi Aktif Gunakan Hak Pilih
Pekanbaru, www.radaroke.com - Persiapan Konferensi Luar Biasa (KLB) Konferprov XVI PersatuanDinilai Lamban, Aktivis HAM Desak Kapolda Ungkap Penganiayaan dan Penembakan Nelayan di Tapung
Tapung, www.radaroke.com - Dampak insiden penganiayaan oleh kelompok bersenjata api terhadap paraDiam-Diam Datang ke KPK, Firli Bahuri Diduga Masuk Tak Lewati Akses Umum
Jakarta, www.radaroke.com - Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri telah tiba di Gedung Bareskrim, MabesIni Keuntungan Bergabung dengan NFT INDODAX, Dapat Bagi Hasil 12% Pertahun
Jakarta: www,radaroke.com - INDODAX resmi meluncurkan NFT yang dinamakan The OD Club NFT pada 29













Komentar Via Facebook :