Penulis: Panut. A Mahasiswa MTP UMJ
Implementasi Kurikulum Merdeka, Apakah Guru Jadi Merdeka?
Beranda / Opini /
Penulis: Panut. A
Mahasiswa MTP UMJ
Tahun pelajaran 2023/2024 adalah kesempatan bagi sekolah untuk menerapkan kebijakan baru tentang kurikulum merdeka.
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler beragam konten akan lebih optimal.
Tujuannya agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Implementasi kurikulum merdeka pada proses pembelajarannya lebih menggunakan pendekatan diferensiasi.
Ciri khusus pada kurikulum ini untuk menunjukkan secara tegas posisi kedifernsian dengan mengkelompokkan capaian pembelajaran siswa berdasarkan fase pertumbuhan anak.
Ada tiga opsi bagi sekolah untuk mengimplementasikan kurikum ini yaitu;
1. Mandiri Belajar
Satuan pendidikan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam pelaksanaan pembelajaran dan asesmen namun tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.
2. Mandiri Berubah
Menggunakan Kurikulum Merdeka dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkannya dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.
3. Mandiri Berbagi
Menggunakan Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan satuan pendidikannya dan menerapkannya dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen dengan komitmen untuk membagikan praktik-praktik baiknya kepada satuan pendidikan lain.
Kebanyakan sekolah-sekolah di daerah masih ragu dan juga bingung dengan kebijakan baru dari Kementrian Pendidikan Riset dan Tekhnologi tentang bagaimana Kurikulum baru ini diterapkan di sekolah.
Hal ini disebabkan karena tidak adanya lagi pelatihan secara khusus baik untuk kepala sekolah mapun guru, sebagaimana ketika kurikum 2006 (KTSP) mapun Kurikum 2013 akan diterapkan.
Infromasi yang dapat diakses oleh Kepala Sekolah maupun guru adalah dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan menggunakan akun belajar.id yang telah dimiliki.
Baik oleh murid, guru, Tata Usaha (TU) maupun kepala sekolah.
Bagi sekolah yang memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai.
Hal ini tidaklah menjadi kendala, terutama tentang ketersediaan guru PNS.
Tetapi bagi sekolah yang berstatus Negeri namun tidak memilki guru PNS maka untuk implementasi kurikulum merdeka akan menjadi sangat berat.
Terutama dalam hal memberikan pemahamam terhadap guru tentang pelatihan mandiri pada platform merdeka menagajar.
Di satu sisi Kurikulum Merdeka adalah bagaimana mengurangi beban kerja guru dalam rangka menyiapkan perangkat pembelajaran.
Tapi di sisi lain ada juga yang membuat risau dan kegundahan bagi guru PNS.
Diantaranya Ekinerja, yaitu suatu aplikasi penialain kinerja guru secara online yang harus diselesiakan setiap triwulan.
.enyiapkan segala bentuk bukti dukung lalu menguploadnya di aplikasi.
Jadi ternyata belum adanya singkronisasi antara meringankan dan membenani kerja bagi guru.
Terutama guru PNS, bahkan per 15 Januari 2024 sudah dinlounching pula tentang pengelolan kinerja melalui PMM.
Ibarat pepatah belum sembuh luka yang lama sudah tergores dan berdarah kembali.
Lalu dimana kemerdekaan itu?
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
PDM Muhammadiyah Ajak Warga Gunakan Hak Pilih Sesuai Suara Hati
Pekanbaru,www.radaroke.com - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekanbaru mengajak wargaSekdako Indra Pomi: Dokumen RPJP untuk Generasi Penerus Bangsa
Pekanbaru, www.radaroke.com - Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan JangkaBuruan Daftar, Pelatihan Jurnalistik Online Se-Indonesia Masih Dibuka, Hubungi Nomor 085272009219
Pekanbaru, www.radaroke.com - Pendaftaran Pelatihan Jurnalistik On-Line Se-Indonesia yangKetua PWI Riau Raja Isyam Azwar: Wartawan Harus Kompeten
Pekanbaru, www.radaroke.com - Uji Kompetensi Wartawan yang digelar PWI bekerjasama Badan Usahadr. Delfan Syukri: Tujuannya Memudah Pelayanan Pasien
Liputan: Randauli Kampar, www.radaroke.com - Dibawah kepemimpinan dr. Delfan Syukri, RSUDPanggilan untuk Sineas Muda yang ingin Berpartisipasi dalam ISFF 2024, Klik Link Ini
Jakarta, www.radaroke.com - 10 Januari 2024 - Film 13 Bom di Jakarta, sebuah film action terbesar













Komentar Via Facebook :