Mujiburahman, S.Pd adalah Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Riau. Foto: Ist
Model Pembelajaran Cooperative Script untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris
Beranda / Pendidikan /
Penulis:
Mujiburahman, S.Pd adalah Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Riau
Pelalawan, www.radaroke.com -Hasil observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024 masih banyak mengalami kesulitan.
Demikian disampaikan Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Riau di Pekanbaru, Senin 5 Februari 2024.
Menurutnya, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris melalui model pembelajaran cooperative script pada siswa XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dua siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
"Subjek penelitian adalah siswa XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024 yang berjumlah 22 siswa," paparnya.
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, test, dan dokumentasi.
Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Sedangkan pada siklus kedua di ketahui rata-rata siswa hanya 87,50, siswa yang tuntas 22 orang dan persentase 100%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024.
Mujib mengatakan, dalam mencapai tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024 masih banyak mengalami kesulitan.
Hasil observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Inggris, diketahui bahwa siswa yang sudah mencapai tujuan pembelajaran hanya 31.82 % yang mana hasil rata-rata kelas untuk mata pelajaran ini hanya 64,55 dan keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah khususnya pada materi sistem peredaran darah pada manusia.
Dalam proses pembelajaran tidak jarang ditemukan siswa yang acuh tak acuh atas penjelasan guru.
Sehingga berimplikasi terhadap nilai mata pelajaran Bahasa Inggris. Dibandingkan dengan nilai beberapa mata pelajaran lainnya, mata pelajaran Bahasa Inggris mejadi peringkat yang rendah.
Hal ini terlihat banyaknya siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep-konsep yang terkandung dalam pelajaran Bahasa Inggris.
Dalam proses pembelajaran tidak jarang ditemukan siswa yang acuh tak acuh atas penjelasan guru. Masih banyak juga siswa yang menganggap Bahasa Inggris adalah pembelajaran yang membosankan.
"Bertitik tolak dari hal tersebut di atas guru perlu menggunakan model pembelajaran yang kreatif agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep pembelajaran Bahasa Inggris," jelasnya.
Oleh sebab itu kata Mujib, menggunakan Model pembelajaran cooperative script untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024 sangat diperlukan.
Model pembelajaran cooperative script merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
"Pembelajaran cooperative script merupakan salah satu bentuk atau model metode pembelajaran kooperatif," jelasnya.
Dalam perkembangan pembelajaran cooperative script telah mengalami banyak adaptasi sehingga melahirkan beberapa pengertian dan bentuk yang sedikit berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
"Namun pada intinya sama. Beberapa pengertian pembelajaran cooperative script diantaranya cooperative script adalah skenario pembelajaran kooperatif data menurut Danserau dalam Hadi, 2007. Pembelajaran cooperative script adalah pembelajaran yang mengatur interaksi siswa seperti ilustrasi kehidupan sosial siswa dengan lingkungannya sebagai individu, dalam keluarga, kelompok masyarakat, dan masyarakat yang lebih luas (Schank dan Abelson dalam Hadi, 2007)," ungkapnya.
Model pembelajaran kooperatif terdiri dari berbagai tipe, salah satunya yaitu model pembelajaran Cooperative Script.
Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada pembelajaran yang bersifat kognitif, karena setiap peserta didik nantinya diberikan materi ajar secara lengkap, dibagi berpasang-pasangan dan masing-masing dari mereka bergantian secara lisan mengintisarikan materi yang telah diberikan, dan pasangan lainnya mengoreksi apakah benar pernyataan yang diungkapkan oleh temannya tersebut atau tidak.
Selain itu model pembelajaran Coooperative Script dapat membuat peserta didik berpikir secara sistematis dan dapat fokus terhadap materi yang sedang dipelajari.
Langkah yang harus dilakukan dalam model pembelajaran Cooperative Script (Miftahul, 2014), sebagai berikut:
1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok secara berapsangan. 2. Guru membagi wacana/materi untuk dibaca dan dibuat ringkasannya.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukan ide-ide pokok ke dalam ringkasannya.
"Selama proses pembacaan, siswa-siswa lain harus menyimak atau menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat dan menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkannya dengan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya," sebutnya.
5. Siswa bertukar peran, yang semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. 6. Guru dan siswa melakukan kembali kegiatan seperti di atas.
7. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan materi pelajaran.
8. Penutup Hasil Belajar Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu," tuturnya.
Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).
Istilah action research (Penelitian Tindakan) untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Lewin pada tahun 1944,untuk mendeskripsikan bentuk penelitian yang mengawinkan antara pendekatan penelitian eksperimen dalam ilmu sosial dengan program tindakan sosial dalam merespon permasalahan sosial.
Hasil observasi pembelajaran dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Inggris, diketahui bahwa siswa yang sudah mencapai tujuan pembelajaran hanya 31.82 % hasil rata-rata kelas untuk mata pelajaran ini hanya 64,55.
Selain itu keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah. Dalam proses pembelajaran tidak jarang ditemukan siswa yang acuh tak acuh atas penjelasan guru.
Kegiatan pembelajaran pada siklus pertama berakhir, maka dilakukan ulangan harian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran yang telah disampaikan dengan penerapan model pembelajaran cooperative script.
Peningkatan hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada pra siklus di ketahui rata-rata siswa hanya 63,64, siswa yang tuntas hanya 7 orang dan persentase 31.82%.
Sedangkan pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Hasil pengamatan siswa tentang keterlaksanaan dalam proses pembelajaran 0% belum dilaksanakan, 40% masih kurang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, 50% telah dilaksanakan dengan baik dan 10% telah dilaksanakn pembelajaran dengan sangat baik sekali.
Kegiatan pembelajaran pada siklus kedua berakhir, maka dilakukan ulangan harian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran yang telah disampaikan dengan penerapan model pembelajaran cooperative script peningkatan hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Sedangkan pada siklus kedua di ketahui rata-rata siswa hanya 87,50, siswa yang tuntas 22 orang dan persentase 100%. Pengamatan keterlaksanaan dalam proses pembelajaran 0% belum dilaksanakan, 0% masih kurang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, 60% telah dilaksanakan dengan baik dan 40% telah dilaksanakn pembelajaran dengan sangat baik sekali.
Siklus pertama hasil pengamatan siswa tentang keterlaksanaan dalam proses pembelajaran 0% belum dilaksanakan, 40% masih kurang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, 50% telah dilaksanakan dengan baik dan 10% telah dilaksanakn pembelajaran dengan sangat baik sekali.
Kegiatan pembelajaran pada siklus pertama berakhir, maka dilakukan ulangan harian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran yang telah disampaikan dengan penerapan model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024.
Hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada pra siklus di ketahui rata-rata siswa hanya 63,64, siswa yang tuntas hanya 7 orang dan persentase 31.82%.
Sedangkan pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Siklus kedua pengamatan keterlaksanaan dalam proses pembelajaran 0% belum dilaksanakan, 0% masih kurang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, 60% telah dilaksanakan dengan baik dan 40% telah dilaksanakn pembelajaran dengan sangat baik sekali.
Kegiatan pembelajaran pada siklus kedua berakhir, maka dilakukan ulangan harian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran yang telah disampaikan dengan penerapan model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024.
Hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Sedangkan pada siklus kedua di ketahui rata-rata siswa hanya 87,50, siswa yang tuntas 22 orang dan persentase 100%.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative script pada mata pelajaran Bahasa Inggris dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI KI SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci Tahun Pelajaran 2023-2024.
Hasil belajar siswa setelah tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan yaitu pada siklus pertama di ketahui rata-rata siswa hanya 73.64, siswa yang tuntas hanya 11 orang dan persentase 50,00%.
Sedangkan pada siklus kedua di ketahui rata-rata siswa hanya 87,50, siswa yang tuntas 22 orang dan persentase 100%.
Hendaknya guru kreatif dan selalu berinovasi dalam pembelajaran , dengan memanfaatkan media dan model pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian ini dapat diterapkan di kelas-kelas lain maupun di sekolah lain. Tentu dengan penyesuaian dan modifikasi seperlunya sesuai dengan konteks kelas atupun sekolah masing-masing. ROC
Biodata Singkat Penulis:
Nama Lengkap: Mujiburahman, S.Pd
Saat ini mengabdikan diri sebagai Guru di SMKN 1 Pangkalan Kerinci
Diamanahkan sebagai guru bidang study
Alamat: Jalan Seminai Pangkalan Kerinci Kota
Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau







Komentar Via Facebook :