Fitrah Belajar Menurut Heri Santosa dan Landasan Al-Qur’an dan Hadist
Setiap Anak yang Lahir Membawa Potensi Dasar
Beranda / Pendidikan /
SETIAP anak yang lahir ke dunia membawa potensi dasar yang telah Allah tanamkan dalam dirinya. Dalam perspektif Islam, potensi tersebut dikenal dengan istilah fitrah.
Konsep fitrah ini menjadi dasar penting dalam dunia pendidikan, karena pendidikan sejatinya bukanlah proses “mengisi” anak dengan berbagai informasi, melainkan proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang sudah ada sejak lahir.
Seperti halnya seorang bayi baru lahir yang belajar menyusui, belajar merangkak dan berjalan.
Demikianlah manusia dengan fitrahnya yang ingin terus belajar, bahkan sudah dimulai dari sejak mereka baru lahir ke dunia.
Oleh karena itu dapat dipahami bahwa tidak ada anak yang tidak suka belajar, kecuali fitrah belajarnya telah terkubur.
Salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang banyak mengembangkan konsep ini adalah Heri Santosa melalui gagasan Fitrah Based Education (FBE).
Artikel ini akan membahas konsep fitrah belajar menurut Heri Santosa serta landasan ayat Al-Qur’an dan hadist yang menguatkan konsep fitrah belajar.
Konsep Fitrah Belajar Menurut Heri Santosa
Menurut Heri Santosa, setiap anak adalah pembelajar tangguh dan hebat yang sejati, tidak ada anak yang tidak suka belajar kecuali fitrahnya telah terkubur atau tersimpangkan.
Fitrah belajar bukan sekadar kemampuan akademik, tetapi mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia, seperti fitrah kreasi dan penciptaan, fitrah inovasi dan eksplorasi juga meneliti.
1. Fitrah Belajar sebagai Potensi Alami
Heri Santosa menegaskan, setiap anak secara alami memiliki dorongan untuk belajar. Anak kecil pada dasarnya penuh rasa ingin tahu. Mereka bertanya, mencoba, bereksperimen, dan mengeksplorasi lingkungan tanpa dipaksa. Inilah yang disebut sebagai fitrah belajar.
Seyogyanya, belajar bukanlah beban, melainkan kebutuhan jiwa. Jika lingkungan mendukung, anak akan berkembang dengan optimal.
Namun, jika proses pendidikan terlalu menekan, memaksa, dan tidak sesuai tahap perkembangan, maka fitrah belajar bisa melemah bahkan "tertutup”.
Heri santosa dalam bukunya juga mengaskan, kemampuan manusia yang utama bukanlah beradaptasi, bukan juga berkompetisi, namun lebih besar dari itu.
Kemampuan manusia yang paling utama ialah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi, serta mewariskan pengetahuan sebagai produk potensi fitrah belajarnya. Karena dalam Al-Qur’an tugas manusia lebih besar yakni menjadi khalifah di muka bumi. Hal tersebut tercantum dalam ayat Al-Qur’an:
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…” (QS. Al-Baqarah: 30)
Makna ayat tersebut, Allah menetapkan manusia sebagai khalifah (wakil/pengelola) di bumi dan tugas manusia adalah menjaga, mengatur, dan memakmurkan bumi sesuai petunjuk Allah.
2. Pendidikan sebagai Proses Menumbuhkan
Dalam konsep Fitrah Based Education, pendidikan dipandang sebagai proses menumbuhkan, bukan membentuk sesuai keinginan orang dewasa. Orang tua dan guru berperan sebagai fasilitator, diantaranya:
a. Memahami Tahapan Perkembangan Anak.
Dalam tahapan perkembangan anak, fitrah belajar dan benalar secara ideal dimulai pada usia 7-12 tahun, karena pada usia ini, otak kanan dan otak kiri sudah tumbuh seimbang, serta egosentris telah bergeser menjadi sosiosentris.
Sehingga, dengan alami manusia mulai terbuka pada eksplorasi dunia di luar dirinya secara maksimal. Indra sensomotoris juga telah tumbuh sempurna dari fase sebelumnya. Sehingga pada perintah solat yang membutuhkan gairah belajar dapat terlaksana dengan baik, karena gairah dari fitrah keimanan pada usia sebelumnya sudah matang pada usianya.
Dalam usia ini pula kesiapan belajar anak akan tumbuh menjadi kesiapan dan kebahagiaan dalam dimensi intelektual. Maka sebaiknya orang tua, tidak perlu terburu-buru untuk menarik anak masuk ke dalam
pendidikan formal, biarkan mereka berkembang sesuai dengan fitrahnya, seperti halnya orang dewasa yang bisa mengalami stress dan tertekan, anak-anak juga demikian, Pada sifat alaminya, interaksi terbaik anak adalah dengan Alam.
Peran yang dicapai adalah peran memakmurkan dan melesatarikan alam sebagai bagian dari rahmatan lil alamin.
Buahnya adalah akhlak /adab terhadap alam, ilmu dan ulama. Bukan hanya duduk rapi di belakang meja dengan tumpukan buku dan mata pelajaran setiap harinya
b. Memahami Ayat Al-Qur’an Tentang Fitrah Belajar.
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” ( QS. An-Nahl: 78)
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia diberi alat belajar berupa pendengaran, penglihatan, dan hati. Artinya, Allah telah menyiapkan perangkat belajar dalam diri manusia sejak lahir.
“…Dengan air hujan itu Dia menumbuhkan untukmu tanaman-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.
Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”( QS. AnNahl: 10–11).
Dalam ayat lain pula Allah SWT meminta manusia untuk berfikir dan mengamati segala ciptaan-Nya sebagai bentuk Syukur atas Rahmat Allah SWT.
Maka dapat disimpulkan bahwa Allah tidak pernah membiarkan makhluk-Nya hidup tanpa modal apa-apa, tanpa disadari sejak lahir Allah telah meng-install akal dan potensi dalam diri manusia, Allah telah menghamparkan alam dan seisinya agar manusia bisa bertahan hidup, berpikir dan belajar sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing.
Dengan memahami konsep fitrah belajar, orang tua dan guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih manusiawi, sesuai tahap perkembangan, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan. Pendidikan yang berbasis fitrah akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh, beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Penulis: Mutiara Suci dan Iffah Riqqah Tsania
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Kapolres Inhu Lounching Bank Pohon Program Kapolda Riau
Inhu, www.radaroke.com – Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 menjadi ajangFKPMR Keluarkan Taklimat Ramadhan 1447 H, Ajak Masyarakat Riau Jaga Kesucian Bulan Suci
Pekanbaru, www.radaroke.com – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, ForumKejuaraan Laman Petanque Indragiri 2026 Sukses Digelar di Danau Raja Rengat
Rengat, www.radaroke.com - Kejuaraan Laman Petanque Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026 resmiPolsek Tapung Tangkap Pelaku Narkoba di Tanjung Sawit, 8 Paket Sabu-sabu Ikut Diamankan
Tapung, www.radaroke.com - Seorang pria berinisial HE (42) warga Desa Tanjung Sawit,Ini Langkah Kanwil Ditjenpas Riau Wujudkan Pelayanan Hukum Berintegritas dan Bermartabat
Pekanbaru, www.radaroke.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau,Percepat Pembangunan Infrastruktur, Wako Dumai Temui Wamen PU
Jakarta, www.radaroke.com - Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS, pimpin rombongan Pemerintah Kota













Komentar Via Facebook :