Pemuda dusun perangkap desa pangkalan batang,foto bersama pada momentum idul Fitri 1447 Hijriyah
Pemuda Dusun Perangkap Desa pangkalan batang Hidupkan Baraan saat Idul Fitri
Beranda / Daerah / Bengkalis
Bengkalis, Radaroke .com— Suasana Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah masih terasa hangat di tengah masyarakat. Di Dusun Perangkap, Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, para pemuda setempat menggelar tradisi tahunan rombongan atau yang lebih dikenal dengan sebutan baraan, Rabu (25/3/2026).
Tradisi baran merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Bengkalis dalam merayakan hari raya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkelompok mengunjungi rumah-rumah warga secara bergiliran sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Dengan menggunakan sepeda motor, para pemuda bergerak dari satu rumah ke rumah lainnya dengan penuh semangat dan kekompakan. Setiap rumah yang dikunjungi telah menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran sebagai jamuan bagi para tamu, menciptakan suasana hangat penuh kekeluargaan.
Ketua RT 08, Rafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Idul Fitri di daerah tersebut. Selain tradisi lampu colok, baran menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Tradisi ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarwarga setelah menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Nor Hisam, menegaskan bahwa tradisi baran harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai sosial yang tinggi dalam membangun solidaritas generasi muda.
“Kami berharap para pemuda tetap kompak dan terus bersemangat dalam menjaga tradisi serta berkontribusi dalam pembangunan desa,” katanya.
Tradisi baran sendiri telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat Bengkalis. Hampir seluruh desa dan kelurahan di wilayah ini melaksanakan kegiatan serupa, yang biasanya dimulai setelah salat Idul Fitri hingga hari ketiga Lebaran, bahkan ada yang berlangsung lebih lama.
Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang memperkuat nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat.(Jas)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Bupati Ade Pimpin Upacara Paripurna Istimewa Hari Jadi Inhu ke-70, Suasana Khidmat dan Haru
Inhu, www.radaroke.com - Suasana khidmat, penuh semangat kebersamaan menyelimuti Rapat ParipurnaPemkab Inhu Intensifkan Persiapan Pawai Takbir dan Hari Jadi ke-70, Targetkan Acara Meriah dan Lancar
Inhu, www.radaroke.com - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus mengintensifkan persiapanBupati Anton Dampingi Plt Gubri SF Hariyanto Safari Ramadan Perdana di Rohul
Rohul, www.radaroke.com - Bupati Rokan Hulu Anton dampingi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SFBupati Rohul Anton ST MM Safari Ramadan di Masjid Darul Istiqomah Desa Karya Mulya
Rohul, www.radaroke.com - Semburat jingga baru saja menyentuh pucuk-pucuk pohon di Desa Karya MulyaSafari Ramadan di Masjid Al Amilin Bangun Purba, Bupati Upayakan Pembangunan Stadion Mini
Rohul, www.radaroke.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengunjungi Masjid Al Amilin, Desa BangunSafari Ramadan Perdana di Suka Maju, Bupati Rohul Anton Bawa Berkah untuk Tanah Kelahiran
Rohul, www.radaroke.com - Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Jamiatul Mukarromah, Desa











Komentar Via Facebook :