Direktur PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, Hermansyah saat sosialisasi pengelolaan kebun PT Agrinas Palma Nusantara eks PT SAL dan mengajak masyarakat bekerja. Foto: AJ
Negara Jangan Kalah! Manajemen Mitra Agrinas Bongkar Aksi Penjarahan di Rakit Kulim
Beranda / Daerah / Inhu
Inhu, www.radaroke.com - Manajemen PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, mitra kerja PT Agrinas Palma Nusantara, terus berupaya meredakan dugaan tindak pidana penjarahan di areal kebun kelapa sawit eks PT Selantai Agro Lestari (PT SAL) yang berada di Desa Talang Selantai dan Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Berbagai langkah persuasif ditempuh perusahaan guna menjaga stabilitas keamanan kebun, salah satunya dengan mengajak masyarakat setempat untuk bekerja secara resmi di areal perkebunan yang saat ini dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara.
Namun sejak Februari 2026, situasi di lapangan disebut semakin memanas. Sekelompok massa yang mengatasnamakan Batin Gunduk diduga kerap melakukan intimidasi terhadap pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri.
Bahkan, kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam dan melakukan pengancaman di lokasi kebun
Direktur PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, Hermansyah SE, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali memilih jalur dialog demi menghindari konflik terbuka dan meminimalkan kerugian perusahaan.
"Upaya persuasif terus kami lakukan. Kami bahkan mengajak mereka bergabung sebagai pekerja resmi agar aktivitas kebun berjalan kondusif," ujar Hermansyah kepada wartawan, Kamis (2/4/2026) di Rengat.
Menurutnya, tekanan di lapangan sempat membuat manajemen mengambil langkah kompromi yang berat. Demi mencegah kerugian yang lebih besar, perusahaan bahkan menyetujui pembagian hasil panen, di mana kelompok Gunduk mengambil 55 persen dari total hasil panen kebun.
"Saya akui kesabaran kami sudah di ambang batas. Demi menjaga situasi tetap aman, kami sampai menyetujui mereka mengambil 55 persen hasil panen. Itu seperti menggadaikan harga diri perusahaan," ungkap Hermansyah.
Meski demikian, berbagai pendekatan yang dilakukan, baik siang maupun malam hari, tidak membuahkan hasil. Gunduk yang mengaku sebagai batin tetap menolak bekerja di bawah pengelolaan resmi PT Agrinas Palma Nusantara dan justru menginginkan penguasaan penuh atas kebun eks PT SAL.
Hermansyah menyebut, kelompok tersebut bahkan melakukan panen secara terbuka, baik siang maupun malam hari, serta melakukan intimidasi terhadap petugas keamanan perusahaan.
"Mereka menjarah secara terang-terangan. Security kami di lapangan kerap diintimidasi dan diusir," kata Hermansyah.
Dalam setiap aksi penjarahan, Gunduk disebut mengundang sejumlah tokoh yang dianggapnya mampu membeking kegiatan tersebut. Nama-nama yang disebut hadir di lokasi antara lain Ketua LAMR Inhu Alifahmi Fahmi Azis, pengurus LAMR Inhu Dahlan, Munawar, Ketua LLMB Inhu Raja Abdul Aziz, Emi Rosadi, Ketua AMAN Inhu Gilung, serta Mursimin alias Amang Uban yang dilibatkan oleh pihak PT SAL Yusmilar dan Asmuri untuk penguasaan kembali kebun dengan cara provokatif masyarakat setempat.
Menurut Hermansyah, kehadiran sejumlah tokoh yang berlindung di balik organisasi adat tersebut diduga ikut melakukan pengawalan terhadap Gunduk yang mengklaim diri sebagai batin dalam upaya penguasaan kebun sawit eks PT SAL. "Kita duga beking mereka menikmati hasil penjarahan itu," jelas Herman.
Hermansyah menjelaskan, Gunduk sebelumnya pernah menyampaikan akan menunggu surat balasan dari PT Agrinas Palma Nusantara terkait surat yang diajukan melalui LAMR Riau. Gunduk disebut berjanji akan meninggalkan areal kebun apabila surat tersebut menyatakan tidak adanya hak atas tuntutan yang diajukan pihaknya.
Manajemen PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri berharap penyelesaian persoalan dapat dilakukan melalui jalur hukum, negara tidak boleh kalah oleh oknum yang menggunakan lembaga adat untuk penjarahan, dengan demikian aktivitas perkebunan kembali berjalan normal tanpa konflik berkepanjangan di wilayah Rakit Kulim. **
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Kapolsek Batang Gansal Resmi Diganti, Kapolres Inhu Pimpin Upacara Sertijab
Inhu, www.radaroke.com – Pergantian jabatan di lingkungan Kepolisian Resor Indragiri HuluPolres Inhu Amankan Mobil Pengangkut Sawit Jarahan, Kasus Panen Paksa di Kebun PT Agrinas Palma Nusantara Berlanjut ke Proses Hukum
Inhu, www.radaroke.com - Aksi penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di kebun yangKetua LAMR Inhu Disebut, Berikut Nama Nama yang Terlibat Penjarahan TBS Kebun Sawit Dikelola Agrinas
Inhu, www.radaroke.com - Situasi kebun kelapa sawit yang dikelola PT Agrinas Palma Nusantara (APN)Puluhan Ton Bawang dan Cabai Ilegal Asal Tanjung Pinang Diamankan di Tembilahan
Tembilahan, www.radaroke.com - Aparat gabungan menggagalkan peredaran puluhan ton komoditasKetua DPRD Inhu Sabtu P. Sinurat Bahas LKPJ 2025, Fraksi-Fraksi Apresiasi Kinerja Pemkab Inhu dan Beri Catatan Strategis
Indragiri Hulu, www.radaroke.com – Ketua DPRD Indragiri Hulu, Sabtu P. Sinurat, memimpinKunjungan Kerja Kejaksaan Tinggi Riau Disambut Hangat di Bengkalis
Bengkalis,Radaroke.com-Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar malam ramah tamah bersama Dr.













Komentar Via Facebook :