Ilustrasi gas elpiji. Foto: Int
Harga Gas Elpiji Resmi Naik, Ini Harga Terbarunya
Beranda / Ekonomi Bisnis /
Jakarta, www.radaroke.com - Harga gas elpiji non subsidi resmi mengalami penyesuaian mulai Sabtu, 18 April 2026.
Kenaikan ini berlaku secara nasional, termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara, dan menyasar produk Bright Gas ukuran 12 kilogram serta 5,5 kilogram.
Berdasarkan informasi dari Pertamina melalui laman MyPertamina.id pada pukul 16.26 WITA hari ini, harga Bright Gas 12 kg kini dipatok sebesar Rp238,.000 per tabung, naik dari sebelumnya Rp192.000.
Sementara itu, Bright Gas 5,5 kg juga mengalami kenaikan menjadi Rp114.000 dari harga sebelumnya Rp90.000 per tabung.
Penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh kondisi global, terutama lonjakan harga elpiji dunia yang terdampak gangguan distribusi energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme pasar untuk elpiji non subsidi.
Menurutnya, pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan sosial.
Ia menegaskan bahwa elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami kenaikan harga. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Negara tetap hadir untuk seluruh rakyat, tetapi prioritas utama adalah masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, harga elpiji subsidi tetap dijaga,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat mampu agar menggunakan elpiji non subsidi, sehingga distribusi LPG 3 kg dapat tepat sasaran.
Bahlil mengatakan LPG 12 kg memang untuk orang-orang yang tergolong mampu, sehingga saat ada kenaikan harga, seharusnya tidak menjadi masalah.
"Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya udah orang mampu kan gini loh bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu itu aja kok," ujar Bahlil.
Di sisi lain, pemerintah menjamin harga LPG 3 kg tidak naik. Langkah tidak menaikkan harga tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya," ujarnya
"Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry ye," katanya.
Di satu sisi, Bahlil menegaskan untuk stok LPG pun saat ini dalam kondisi aman, meskipun kebutuhan LPG Indonesia masih banyak bergantung pada impor.
"Alhamdulillah kita dengan Pertamina, dengan kami di ESDM dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," tutur Bahlil.
Sumber: Detik
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Ironi, Kala Harga Minyak Turun, BBM Nonsubsidi Justru Melambung Tinggi
Jakarta, www.radaroke.com - Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi,Usai Temui Jokowi, Status Tersangka Rismon Sianipar Dicabut, Bagaimana Nasib Roy Suryo CS?
Jakarta, www.radaroke.com - Polda Metro Jaya telah menerbitkan Surat Perintah PenghentianPemkab Inhu Siapkan Presensi Digital, Disiplin ASN Didorong Lebih Optimal
Inhu, www.radaroke.com — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus mendorongDesa Pangkalan Batang Sabet Juara 2 dan 3 Festival Lampu Colok 2026
Bengkalis, www.radaroke.com — Desa Pangkalan Batang turut menunjukkan prestasi membanggakanPangkalan Batang Barat Raih Juara Satu Lampu Colok 2026
Bengkalis, Radaroke.com— Desa Pangkalan Batang Barat tampil sebagai pusat perhatian dalam












Komentar Via Facebook :