Ilustrasi penggunaan kantong plastik. Foto: Int
Harga Naik Hingga 40 Persen, DPR Sarankan Masyarakat Bawa Plastik Sendiri
Beranda / Ekonomi Bisnis /
Jakarta, www.radaroke.com - Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan para pedagang, termasuk pelaku usaha toko plastik di berbagai daerah di Nusantara.
Lonjakan harga plastik hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha dan daya beli masyarakat.
Pedagang Mulai Khawatir
Owner Tokoplastik Lancarjaya, Evi Desi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini berada di kisaran 30 hingga 40 persen.
Kondisi ini cukup memberatkan, baik bagi pedagang maupun pembeli yang bergantung pada penggunaan plastik untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kenaikan harga plastik itu berkisar antara 30% sampai 40%. Contoh, dari plastik yang biasanya satu bungkus kita jual di angka Rp 9.000, saat ini sudah menyentuh di harga Rp 15.000,” jelasnya, Minggu (19/4/2026).
Meski harga mengalami kenaikan signifikan, permintaan dari masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan penurunan.
Namun, di sisi lain, banyak pembeli mulai mengeluhkan kondisi tersebut karena belum adanya alternatif pengganti plastik yang mudah diakses dan terjangkau.
“Untuk respon pembeli, saat ini pasti banyak sekali keluh kesah, karena belum ada juga alternatif pengganti plastik. Untuk permintaan dari masyarakat itu belum menunjukkan penurunan,” tambahnya.
Bawa Plastik Sendiri
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menilai lonjakan harga plastik, sebagai momentum bagi masyarakat untuk mengubah pola konsumsi.
Termasuk dengan membiasakan membawa plastik sendiri saat beraktivitas.
Menurutnya, kenaikan harga plastik berdampak pada sektor perdagangan, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat sebagai konsumen.
“Harus diakui plastik sudah menjadi kebutuhan premier masyarakat sehari-harinya. Dan saat harga plastik melonjak, sektor domestik pun menjadi ikut terdampak besar,” kata Daniel Johan, di Jakarta.
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik dipengaruhi gangguan rantai pasok global serta ketergantungan bahan baku impor yang mencapai 60 persen, dengan kenaikan harga hingga 30–80 persen per April 2026.
“Situasi ini tidak cukup dibaca hanya sebagai kenaikan biaya produksi atau beban tambahan bagi pelaku usaha, melainkan sebagai sinyal bahwa struktur ketergantungan nasional terhadap material berbasis fosil masih sangat tinggi dan rentan terhadap perubahan eksternal,” pungkasnya.
Sumber: RRI
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Harga Gas Elpiji Resmi Naik, Ini Harga Terbarunya
Jakarta, www.radaroke.com - Harga gas elpiji non subsidi resmi mengalami penyesuaian mulai Sabtu,Ironi, Kala Harga Minyak Turun, BBM Nonsubsidi Justru Melambung Tinggi
Jakarta, www.radaroke.com - Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi,Usai Temui Jokowi, Status Tersangka Rismon Sianipar Dicabut, Bagaimana Nasib Roy Suryo CS?
Jakarta, www.radaroke.com - Polda Metro Jaya telah menerbitkan Surat Perintah PenghentianPemkab Inhu Siapkan Presensi Digital, Disiplin ASN Didorong Lebih Optimal
Inhu, www.radaroke.com — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus mendorongDesa Pangkalan Batang Sabet Juara 2 dan 3 Festival Lampu Colok 2026
Bengkalis, www.radaroke.com — Desa Pangkalan Batang turut menunjukkan prestasi membanggakan












Komentar Via Facebook :