https://www.radaroke.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.radaroke.com

IKLAN HARI RAYA IDUL FITRI

https://www.radaroke.com

  • ";
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

Terbaru

Trending

Pilihan

RadarTVoke

Mulai Tunjukkan Titik Terang, Kuasa Hukum Optimis Wahid Tidak Bersalah

Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid usai mengikuti persidangan. Foto: Dtc

Mulai Tunjukkan Titik Terang, Kuasa Hukum Optimis Wahid Tidak Bersalah

Beranda / Kupas Kasus /
Selasa, 21 April 2026 - 13:24 WIB  
Editor : Abdul Kadir

Pekanbaru, www.radaroke.com - Perkembangan persidangan kasus dugaan operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas PUPR-PKPP Riau yang menjerat Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, mulai menunjukkan titik terang. 

Sejumlah keterangan saksi di persidangan dinilai memperjelas duduk perkara dan menguatkan penjelasan pihak terdakwa.

Eksepsi Wahid Ditolak

Dinamika persidangan Abdul Wahid sempat memanas ketika tim hukum Abdul Wahid mengajukan eksepsi yang mengklaim adanya upaya kriminalisasi. 

Mereka berargumen bahwa proses penangkapan kliennya tidak sesuai prosedur. 

Namun, pada sidang putusan sela, Majelis Hakim menolak seluruh nota perlawanan terdakwa Abdul Wahid dan memerintahkan persidangan dilanjutkan ke tahap pembuktian. 

Saksi-Saksi Dihadirkan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Meyer Voltak Simanjuntak bersama tim, menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau yang juga mantan Plt Kepala BPKAD, Ispan Siregar, serta Kepala Bidang Anggaran BPKAD Riau, Mardoni Akrom.

Ketiganya memberikan kesaksian untuk dua terdakwa, yakni mantan Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M. Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam. 

Fokus pemeriksaan tertuju pada mekanisme pergeseran anggaran yang dinilai janggal dan menjadi pintu masuk terjadinya praktik rasuah.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Delta Tamta, saksi Ispan Siregar membeberkan fakta mengejutkan mengenai pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025.

Ispan menjelaskan telah terjadi lima kali pergeseran anggaran di lingkungan Pemprov Riau.

Pergeseran ini terjadi dalam beberapa tahap. Tahap awal dilakukan pada Januari 2025 untuk memenuhi kewajiban iuran jaminan kesehatan pada masa Pj Gubernur Rahman Hadi. 

"Namun, pergeseran yang paling signifikan terjadi pada masa kepemimpinan Abdul Wahid," ujar Ispan di persidangan.

Salah satu poin krusial yang diungkap adalah pergeseran anggaran tahap ketiga yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 21 Tahun 2025 pada April 2025, dan disusul tahap keempat melalui Pergub Nomor 22 Tahun 2025 pada Juni 2025. 

Dari pergeseran ini, Dinas PUPR-PKPP Riau mendapatkan tambahan plafon anggaran fantastis sebesar Rp271 miliar.

Saksi Mardoni Akrom, selaku Kabid Anggaran, menerangkan, alokasi tersebut jauh melampaui tambahan anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. 

Hal ini memicu pertanyaan besar dari JPU KPK mengenai dasar urgensi penambahan dana tersebut, mengingat secara aturan, pergeseran anggaran hanya dibolehkan untuk kondisi darurat, belanja wajib yang mengikat, atau perintah pengadilan.

Sekdaprov Dicecar

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi dicecar mengenai proses verifikasi dan review dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). 

JPU KPK menengarai adanya pengabaian prosedur formal demi mempercepat pencairan anggaran yang nantinya diduga "disunat" sebagai komitmen fee atau "jatah preman" bagi petinggi daerah.

Dalam keterangannya, Syahrial menjelaskan posisi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam membahas usulan dari OPD. 

Namun, fakta persidangan menunjukkan bahwa tambahan dana Rp271 miliar untuk Dinas PUPR-PKPP tersebut diduga kuat berjalan tanpa review APIP yang memadai. 

Prosedur yang seharusnya menjadi benteng pencegahan korupsi ini justru tampak dilompati demi mengakomodasi kepentingan tertentu.

Kedua terdakwa, M. Arief Setiawan dan Dani M. Nursalam, disebut-sebut sebagai eksekutor di lapangan yang mengelola komunikasi antara pihak dinas dengan rekanan proyek pembangunan jalan dan jembatan. 

JPU mendakwa mereka bersama-sama dengan Abdul Wahid telah melakukan pemerasan yang total nilainya mencapai Rp3,55 miliar. 

Wahid: Substansi Perkara Semakin Jelas

Abdul Wahid usai mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, mengatakan, fakta-fakta yang terungkap di persidangan membuat substansi perkara menjadi semakin jelas. 

"Artinya, apa yang didakwakan itu sudah mulai clear. Insya Allah ini awal yang baik. Kita minta semua pihak mengikuti proses persidangan ini dengan baik," kata Wahid.

Wahid menilai keterangan para saksi justru memperjelas bahwa tidak ada pelanggaran hukum dalam perkara yang menjeratnya.

"Kita dengar bersama-sama keterangan saksi, baik terkait pengangkatan Dani sebagai tenaga ahli maupun pergeseran anggaran, bahwa tidak ada pelanggaran hukum di situ," ujar Wahid usai sidang.

Tim Kuasa Hukum Optimis Wahid Bersih

Kuasa hukum Gubernur Riau mengungkap fakta persidangan. Saksi tegaskan tidak ada perintah setor uang atau ancaman dari Abdul Wahid terkait kasus di Dinas PUPR.

Penasihat hukum Gubernur Riau Non Aktif, Akhirza menegaskan hingga kini tidak ada saksi yang mengaku pernah diancam atau dimintai uang oleh Abdul Wahid terkait perkara di Dinas PUPR Riau yang tengah bergulir.

Akhirza menyatakan fakta-fakta yang terungkap di muka persidangan justru sangat berbanding terbalik dengan isi dakwaan jaksa.

"Sampai hari ini, tidak ada satu pun saksi yang menyatakan pernah dimintai uang oleh Pak Abdul Wahid,” tegas Akhirza, Selasa (21/4/2026).

Sebelum OTT, Keluarkan Perintah Tegas

Selain itu, ia mengungkapkan fakta bahwa sebelum operasi tangkap tangan (OTT) terjadi, Gubernur Riau sudah memberikan peringatan keras. 

Abdul Wahid diketahui telah menerbitkan surat edaran resmi yang melarang keras segala bentuk pemberian uang kepada oknum tertentu.

Bahkan, pesan tersebut juga dikirimkan secara masif melalui grup WhatsApp pejabat hingga pesan pribadi kepada seluruh bawahannya. 

“Ini menunjukkan komitmen beliau dalam menjaga integritas pemerintahan. Justru beliau yang aktif mengingatkan dan melarang praktik tersebut,” tambah Akhirza.

Keterangan para saksi di persidangan dinilai sangat konsisten dan memperjelas posisi hukum kliennya yang tidak terlibat. 

Saksi-saksi tersebut memberikan keterangan bahwa tidak ada perintah, permintaan, maupun tekanan dari gubernur terkait pengumpulan sejumlah uang.

Oleh karena itu, tim kuasa hukum merasa sangat optimistis bahwa rangkaian fakta ini akan menjadi dasar hukum kuat. 

Mereka yakin persidangan akan membuktikan secara sah bahwa Abdul Wahid sama sekali tidak bersalah dalam perkara hukum ini.

 

Sumber: Riauaktual

Sumber : Redaksi

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BACA JUGA

  • Jamaah Haji Asal Riau Ini Meninggal Dunia Saat Tengah Sujud di Masjid Nabawi

    Jamaah Haji Asal Riau Ini Meninggal Dunia Saat Tengah Sujud di Masjid Nabawi

    Kamis, 07/05/2026 - 18:09 WIB
  • Kasus Jual Beli Kuota Haji Terus Dikulik

    Kasus Jual Beli Kuota Haji Terus Dikulik

    Kamis, 07/05/2026 - 11:41 WIB
  • KPK Terus Bongkar Dugaan Jual Beli Kuota Haji

    KPK Terus Bongkar Dugaan Jual Beli Kuota Haji

    Rabu, 06/05/2026 - 20:37 WIB
  • Fakta Sidang Abdul Wahid Kian Terbelah

    Fakta Sidang Abdul Wahid Kian Terbelah

    Rabu, 06/05/2026 - 11:04 WIB

JANGAN LEWATKAN

  • Tak Percaya AS, Iran Ogah Damai dan Siapkan Serangan Terbaru 

    Kupas Kasus•
    Selasa, 21/04/2026 - 10:04 WIB
    Iran, www.radaroke.com - Iran menyatakan ogah menuruti permintaan Amerika Serikat untuk
  • Gelapkan Dana Rp 1M Lebih dan Belikan Pacar Mobil, Fuji Ingin Admin Medsosnya Jadi Tersangka

    Kupas Kasus•
    Selasa, 21/04/2026 - 08:41 WIB
    Jakarta, www.radaroke.com - Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan admin media sosial Fuji
  • DPRD Riau Minta Pembangunan Flyover Simpang Panam Dipercepat

    Kupas Kasus•
    Senin, 20/04/2026 - 20:40 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com - Kondisi lalu lintas di Simpang Panam sangat
  • Gas Elpiji dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Ekonomi Masyarakat Kian Terjepit

    Kupas Kasus•
    Senin, 20/04/2026 - 14:51 WIB
    Jakarta, www.radaroke.com - Kenaikan harga gas elpiji (LPG) nonsubsidi 12 kg dari Rp 192.000
  • Peresmian Yayasan Inspirasi Kreatif Muslim Tapanuli Dirangkai Mubes I IKMT Inhu, Wabup Hibahkan Tanah untuk Sekretariat

    Kupas Kasus•
    Senin, 20/04/2026 - 14:25 WIB
    Inhu, www.radaroke.com — Tonggak baru bagi masyarakat Muslim Tapanuli di Kabupaten Indragiri
  • Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan

    Kupas Kasus•
    Senin, 20/04/2026 - 11:18 WIB
    Indragiri Hilir, www.radaroke.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali
Iklan Rohul 2

TRENDING

  • Viral, Tergiur Tawaran Rp 220 Juta, Video Mesum Wanita Ini Tersebar Luas

    Viral, Tergiur Tawaran Rp 220 Juta, Video Mesum Wanita Ini Tersebar Luas

    Sabtu, 02/05/2026 - 19:51 WIB
  • Pemuda Muhammadiyah Riau Kecam Bentrok Warga dengan PT Arara Abadi di Siak

    Pemuda Muhammadiyah Riau Kecam Bentrok Warga dengan PT Arara Abadi di Siak

    Sabtu, 02/05/2026 - 16:15 WIB
  • Dukung Astacita Presiden Prabowo, Polsek Tapung Polres Kampar Lakukan Penanaman Jagung Pipil

    Dukung Astacita Presiden Prabowo, Polsek Tapung Polres Kampar Lakukan Penanaman Jagung Pipil

    Rabu, 06/05/2026 - 13:18 WIB
  • Polsek Tapung Bersama Aparat Desa Indrapuri Laksanakan Peninjauan Tanaman Jagung Pipil

    Polsek Tapung Bersama Aparat Desa Indrapuri Laksanakan Peninjauan Tanaman Jagung Pipil

    Kamis, 07/05/2026 - 10:57 WIB
  • Polsek Tapung Gelar "Jumat Curhat" Keluhan Warga Akan Ditindaklanjuti

    Polsek Tapung Gelar "Jumat Curhat" Keluhan Warga Akan Ditindaklanjuti

    Jumat, 01/05/2026 - 20:58 WIB
  • Polsek Tapung Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Satu Pengedar Diamankan

    Polsek Tapung Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Satu Pengedar Diamankan

    Kamis, 07/05/2026 - 10:03 WIB
  • Polsek Tapung Tangkap Warga Muara Mahat Baru, Sita 29 Paket Sabu-Sabu 

    Polsek Tapung Tangkap Warga Muara Mahat Baru, Sita 29 Paket Sabu-Sabu 

    Sabtu, 02/05/2026 - 21:30 WIB
  • Ini Penyebab Dolar Tidak Nempel di Reels Facebook Pro, Meskipun Ditonton Ribuan

    Ini Penyebab Dolar Tidak Nempel di Reels Facebook Pro, Meskipun Ditonton Ribuan

    Rabu, 29/04/2026 - 09:35 WIB
  • Ribuan Petani Padati Stadion Narasinga Rengat, KNARA: Reforma Agraria Tak Bisa Ditunda

    Ribuan Petani Padati Stadion Narasinga Rengat, KNARA: Reforma Agraria Tak Bisa Ditunda

    Rabu, 29/04/2026 - 20:38 WIB
  • Polsek Tapung Hilir Ungkap Pengedar Shabu, Amankan 11,02 Gram dan Uang Hasil Jual Beli Rp1,398 Juta

    Polsek Tapung Hilir Ungkap Pengedar Shabu, Amankan 11,02 Gram dan Uang Hasil Jual Beli Rp1,398 Juta

    Jumat, 01/05/2026 - 07:36 WIB
Iklan P09

TOPIK VIRAL

  • # Polres Siak      

  • # Bupati Rohul      

  • # Pemkab Rohil      

  • # DPRRI      

  • # Disdik Riau      

Space Iklan P25
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RadarOke.com - All Right Reserved
    Desain by : Sarupo