Kolase Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Int
Warga Protes BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Bahlil: Seharusnya Tidak Jadi Masalah
Beranda / Nasional /
Jakarta, www.radaroke.com - Kenaikan harga BBM maupun LPG nonsubsidi menuai protes dari warga.
Pasalnya, kenaikannya membuat sejumlah bahan pokok turut mengalami kenaikan sehingga masyarakat terbebani.
Bahkan, para pelaku usaha makanan juga "semakin terbebani" lantaran kenaikan tersebut sudah di luar kemampuan mereka.
Itu mengapa, menurut sejumlah pengamat ekonomi, dalam waktu dekat akan terjadi perpindahan besar-besaran dari pembelian barang nonsubsidi ke subsidi—yang efeknya bisa memicu kelangkaan jika situasinya berkepanjangan.
Sejumlah pelaku usaha makanan mengamini situasi tersebut. Pemilik rumah makan di Makassar, Sulawesi Selatan, Arfah, misalnya, mengaku selama ini memakai gas LPG ukuran 5,5 kilogram dan menghabiskan setidaknya tiga tabung sebulan. Kini, menyusul kenaikan harga LPG, dia beralih ke tabung 3 kilogram.
"Seandainya ada bahan bakar kayu, kita pakai kayu [untuk memasak])," keluhnya.
Di Kota Jayapura, Papua, seorang pemilik rumah makan, Suroto, sama resahnya.
Dalam sebulan dia biasa menghabiskan 16 tabung LPG berukuran 12 kilogram yang dibeli seharga Rp370.000 per tabungnya.
"Di Jayapura tidak ada yang menjual gas LPG 3 kilogram, terus mau beralih ke minyak tanah tidak memungkinkan karena akan membuat kerja kita terhambat, [kenaikan harga] ini sangat membebani," ungkapnya.
Menteri ESDM: Seharusnya Tidak Jadi Masalah
Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengatakan kenaikan harga gas LPG nonsubsidi seharusnya tidak menjadi masalah.
Sebab, klaimnya, yang memakainya tergolong mampu. Ia juga mengingatkan masyarakat yang mampu agar tidak membeli LPG 3 kilogram.
Mengapa pemerintah menaikkan harga BBM dan LPG nonsubsidi?
Menurut Bahlil, kenaikan beberapa harga BBM nonsubsidi itu merupakan imbas dari melonjaknya harga minyak global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada perdagangan Selasa (21/04) pagi, harga minyak mentah Brent tercatat berada di kisaran US$94,92 per barel, turun dari penutupan sebelumnya US$95,48 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$88,50 per barel, lebih rendah dari posisi Senin di US$89,61 per barel.
Pelemahan harga perdagangan ini disebut dipengaruhi oleh perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung di tengah gencatan senjata.
Siapa yang Terdampak oleh kenaikan harga BBM dan LPG?
Direktur Riset dari Bright Institute, Muhammad Andri Perdana, mengatakan masyarakat calon kelas menengah dan menengah atas adalah kelompok yang paling terbebani dari kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi ini.
Sebab, kelompok masyarakat yang disebutnya berpenghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) ini tidak cukup miskin untuk mengakses BBM atau LPG bersubsidi. Tapi, di sisi lain, tak bisa dibilang kaya untuk menikmati BBM maupun LPG nonsubsidi.
Itu mengapa, kata Andri, mereka disebut kelas menengah vulnerable (rentan).
"Jumlah mereka yang berada di tengah-tengah ini sekitar 70%. Mereka masih ada kemewahan untuk membeli Pertamax Turbo karena, mungkin, sayang dengan kendaraannya. Tapi mereka tidak bisa menggunakan gas LPG 3 kilogram karena keterbatasan akses," pungkasnya.
Sumber: BBC
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Menkomdigi: Perempuan dan Anak Kian Rentan Jadi Korban Sextortion di Ruang Digital
Jakarta, www.radaroke.com - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwaSekda Inhu Lantik Kepala UPT Puskesmas, Tekankan Inovasi dan Integritas ASN
Inhu, www.radaroke.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Zulfahmi Adrian,Mulai Tunjukkan Titik Terang, Kuasa Hukum Optimis Wahid Tidak Bersalah
Pekanbaru, www.radaroke.com - Perkembangan persidangan kasus dugaan operasi tangkap tangan (OTT) diTak Percaya AS, Iran Ogah Damai dan Siapkan Serangan Terbaru
Iran, www.radaroke.com - Iran menyatakan ogah menuruti permintaan Amerika Serikat untukGelapkan Dana Rp 1M Lebih dan Belikan Pacar Mobil, Fuji Ingin Admin Medsosnya Jadi Tersangka
Jakarta, www.radaroke.com - Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan admin media sosial Fuji












Komentar Via Facebook :