Kepala Bidang Riset dan Inovasi IPEMARU, Rayhan Savero Darmaja. Foto: Ist
Kabid Riset dan Inovasi IPEMARU Soroti Anggaran Kalender DPRD Pekanbaru Senilai Rp1,4 Miliar: Pemborosan di Tengah Urgensi Inovasi
Beranda / Kupas Kasus /
Pekanbaru, www.radaroke.com– Rayhan Savero Darmaja secara tegas menyatakan kritik keras terhadap pengadaan kalender oleh DPRD Kota Pekanbaru yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp1,4 Miliar.
Di tengah dorongan transformasi digital dan kebutuhan mendesak masyarakat, alokasi dana sebesar itu dinilai tidak mencerminkan skala prioritas yang tepat.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi IPEMARU, Rayhan Savero Darmaja, menyatakan bahwa pengadaan fisik dalam skala sebesar itu merupakan langkah mundur bagi tata kelola pemerintahan yang seharusnya mulai berbasis efisiensi teknologi.
"Anggaran 1,4 miliar rupiah untuk sekadar kertas kalender adalah bentuk nyata dari ketidakpekaan terhadap perkembangan zaman. Di saat kita bicara tentang riset, teknologi, dan inovasi sebagai motor penggerak kota, kita justru melihat anggaran rakyat dihamburkan untuk sesuatu yang masa pakainya sangat singkat dan minim urgensi," ujar Rayhan.
IPEMARU menekankan bahwa dana tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk program yang lebih berdampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Pekanbaru, seperti dukungan riset mahasiswa atau pengembangan ekosistem kreatif digital.
Pernyataan Kritik dan Ultimatum
Oleh: Rayhan Savero Darmaja (Kabid Riset dan Inovasi IPEMARU)
Sebagai bagian dari elemen mahasiswa yang fokus pada aspek riset dan kemajuan daerah, saya menyampaikan poin-poin tegas kepada DPRD Kota Pekanbaru:
Relevansi Anggaran: Kami mempertanyakan urgensi dari cetakan fisik senilai miliaran rupiah ini.
Di era digital, informasi kegiatan dewan bisa diakses jauh lebih murah dan luas melalui platform daring. Apakah kalender ini lebih penting daripada beasiswa penelitian bagi anak daerah?
Transparansi dan Akuntabilitas: Kami menuntut DPRD Kota Pekanbaru untuk membuka secara transparan spesifikasi pengadaan ini. Jangan sampai anggaran yang besar ini hanya menjadi formalitas tahunan tanpa manfaat nyata bagi publik.
Peringatan Fokus Kerja: Kami memberikan catatan keras bahwa jika pola pikir "anggaran seremonial" seperti ini terus berlanjut, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik, terutama kaum muda, terhadap kinerja DPRD akan terus merosot.
"Gedung rakyat seharusnya menjadi tempat lahirnya kebijakan inovatif, bukan sekadar tempat mengesahkan tumpukan kertas mahal. Kami di IPEMARU akan terus mengawal agar setiap rupiah APBD digunakan untuk kemajuan yang nyata, bukan untuk seremoni yang sia-sia."
Sumber : IPEMARU
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Plt Gubri Pastikan Pembangunan Flyover Simpang Panam Segera Dimulai, Ini Progresnya
Pekanbaru, www.radaroke.com - Anggota DPRD Riau, Muhtarom meminta rencana Pembangunan flyoverWarga Protes BBM dan LPG Nonsubsidi Naik, Bahlil: Seharusnya Tidak Jadi Masalah
Jakarta, www.radaroke.com - Kenaikan harga BBM maupun LPG nonsubsidi menuai protes dariMenkomdigi: Perempuan dan Anak Kian Rentan Jadi Korban Sextortion di Ruang Digital
Jakarta, www.radaroke.com - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwaSekda Inhu Lantik Kepala UPT Puskesmas, Tekankan Inovasi dan Integritas ASN
Inhu, www.radaroke.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Zulfahmi Adrian,Mulai Tunjukkan Titik Terang, Kuasa Hukum Optimis Wahid Tidak Bersalah
Pekanbaru, www.radaroke.com - Perkembangan persidangan kasus dugaan operasi tangkap tangan (OTT) di












Komentar Via Facebook :