Asis Deng Lipung, asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Foto: L6
Kuasa Allah, Asis Penjual Ikan Keliling Bisa Naik Haji
Beranda / Nasional /
Goa, www.radaroke.com - Tidak sulit bagi Allah memberangkatkan haji seorang penjual ikan keliling yang penghasilannya tidak sampai Rp100 ribu per hari. Atas izin Allah Asis Deng Lipung, asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi tamu Allah.
Ini merupakan bukti nyata, bahwa berhaji bukan hanya milik orang kaya. Tapi sepenuhnya atas kuasa Allah.
Asis Deng Lipung mengawali ikhtiarnya dengan disiplin menabung selama lima tahun, ia bersama istri dan mertuanya kini bersiap terbang ke Tanah Suci.
Asis Deng Lipung tidak pernah menyangka bahwa sepeda bawaannya yang biasa mengantarkan ikan dagangan kini mengantarkannya ke Asrama Haji Embarkasi Makassar.
Konsistensi Asis Deng Lipung dalam menabung demi berangkat haji bisa menjadi inspirasi banyak orang.
“Niat sudah lama. Ekonomi sering jadi tantangan, tapi saya coba terus,” ujar Asis singkat.
Perjalanannya tak mulus. Saat namanya keluar sebagai calon jemaah haji 2026, ia sempat kaget karena dana pelunasan belum cukup. Ada juga tunggakan administrasi saat pendaftaran.
Ia sudah tidak sanggup menceritakan dengan detail. "Saya selalu ingin menangis, tapi sekarang saya ingin tersenyum saja menghadap ke rumah Allah," serunya.
Tapi satu per satu hambatan itu ia selesaikan, tanpa banyak cerita dramatis.
Tentang Rutinitas Kecil
Kisah Asis bukan tentang air mata atau kemiskinan yang mengharukan. Ini tentang rutinitas kecil yang dilakukan bertahun-tahun, memotong ongkos rokok, mengurangi jatah makan siang, dan tetap berjualan di terik atau hujan.
Hasilnya, ia, istri, dan mertuanya kini berdiri di gerbang embarkasi, menunggu panggilan terbang.
Kayuh Sepeda Keliling Kampung
Matahari belum terik, Asis Deng Lipung sudah berada di jalan.
Ia mengayuh sepeda tuanya, berkeliling dari kampung ke kampung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk menjual ikan segar.
Rutinitas itu ia jalani bertahun-tahun, dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.
Dari penghasilan itu, Asis harus mencukupi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan dua anaknya.
Tidak banyak yang tersisa. Tapi di tengah keterbatasan itu, ia tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk satu tujuan yakni menunaikan rukun Islam yang kelima, berangkat haji.
Ia menabung Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari. Jumlahnya memang kecil, tapi dilakukan terus-menerus.
Tidak selalu mudah, apalagi saat penghasilan sedang turun. Namun Asis tetap konsisten.
2010 Daftar Haji
Pelan tapi pasti, akhirnya cukup. Hingga akhirnya pada 2010, ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Ia juga mendaftarkan istri dan mertuanya.
Setelah mendaftar, perjalanan belum selesai. Ia masih harus menunggu bertahun-tahun.
Hingga akhirnya, tahun ini namanya masuk dalam daftar calon jemaah haji yang akan diberangkatkan.
Sabtu, 25 April 2026 pagi pukul 08.00 Wita, Asis tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar.
Kali ini bukan untuk berjualan, tapi sebagai calon jemaah haji. Ia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 Wita.
Asis tergabung dalam kloter 7 bersama ratusan jemaah dari Gowa. Jumlahnya 387 orang.
Penantian panjang Asis akhirnya terbayar. Dari hasil jualan ikan keliling, dari uang kecil yang ia sisihkan setiap hari, ia bisa mewujudkan mimpinya.
Kisah Asis sederhana, tapi jelas: dengan niat kuat dan usaha yang terus dijaga, hal yang terasa jauh pun bisa jadi nyata.
"Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu sekitar 15 tahun sebelum akhirnya diberangkatkan pada 2026," jelas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri.
Sumber: Liputan6
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Berikan Motivasi, Menteri Nusron Ingin Santri Dikader sebagai Pelaksana Kebijakan di Bidang STEM
Cirebon, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),Tinjau Kawasan Industri di Indramayu, Menteri Nusron Pastikan Lahan Tidak Masuk ke LSD
Indramayu, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),Tinjau Pelayanan Kantah Kota Semarang, Wamen Ossy: Jangan Tunda Berkas, Percepat Layanan Pertanahan
Semarang, Radaroke .com- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan PertanahanHadiri Halalbihalal dan Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf PCNU Indramayu, Menteri Nusron Minta NU Berikan Kebermanfaatan bagi Masyarakat
Indramayu, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan NasionalBingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut
Jakarta, Radaroke.com- Saat orang tua ingin menghibahkan rumah yang dimiliki kepada anaknya, prosesReforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan
Blitar, Radaroke.com- Memiliki tanah bukan sekadar soal kepastian hukum, tetapi juga tentang













Komentar Via Facebook :