Ilustrasi. Foto: Int
Viral, Anak Makan Rumput Tak Pernah Terima Bansos, Ini Kata Dinsos
Beranda / Nasional /
Bandung Barat, www.radaroke.com - Video Kiki yang memakan rumput viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Di balik video tersebut, terungkap bahwa Kiki hidup bersama ayahnya dalam kondisi ekonomi terbatas.
Sementara itu, ibunya sudah lama bercerai dengan alasan ekonomi. Ayah Kiki, Asep Setiawan (49) menyebut kebiasaan anaknya memakan daun dipengaruhi oleh keterbatasan mental serta kondisi ekonomi keluarga.
“Memang ada dua faktor. Pertama karena keterbatasan mentalnya. Kedua karena faktor ekonomi,” kata Asep.
Luput dari Perhatian
Kesalahan data kesejahteraan diduga menjadi salah satu penyebab keluarga Muhammad Rizki (11), anak disabilitas yang viral karena memakan rumput, luput dari bantuan sosial di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Kepala Dinsos Bandung Barat Idad Saadudin mengatakan, pihaknya tengah memperbaiki data kependudukan Kiki dengan memisahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Kartu Keluarga (KK) ibunya dan memindahkannya ke KK ayah.
"NIK-nya akan kami ubah sesuai peruntukannya. Kemarin masih ikut NIK ibunya, sekarang harus dipisah dan ikut ke KK ayahnya untuk penyesuaian desil,” kata Idad.
Idad mengatakan, sebelumnya Kiki tercatat dalam desil 6, yakni kelompok masyarakat yang relatif tidak masuk prioritas bantuan sosial.
Setelah perbaikan data, Dinsos akan mengusulkan agar statusnya turun ke desil 1 hingga 5.
“Nah kami akan usulkan itu, agar masuk ke desil 1 sampai 5,” ucap Idad. Perbaikan data ini menjadi krusial, mengingat selama ini keluarga Kiki mengaku belum pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), meski faktanya, mereka masuk kategori rentan.
Diusulkan Rehabilitasi
Di sisi lain, Dinsos juga menyiapkan intervensi lanjutan berupa rehabilitasi. Kiki direncanakan akan dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial Wiyataguna untuk mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhannya.
“Untuk pembinaan kami rekomendasikan ke Wiyataguna untuk rehabilitasi tuna wicara dan intelektual yang lemah,” ujar Idad.
Kondisi Kiki diharapkan tidak berkembang menjadi lebih kompleks dan dapat segera tertangani melalui intervensi yang tepat.
“Mudah-mudahan hanya dua itu (tunawicara dan mental) tidak bertambah lagi,” ucap Idad.
Dinsos turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi, terutama dalam hal pengantaran dan pendampingan.
“Mudah-mudahan keluarganya juga bisa memback up dalam hal pengantaran dan pendampingan selama proses rehabilitasi,” tutur Idad.
Sumber: Kompas
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Polsek Tapung Hilir Ungkap Pengedar Shabu, Amankan 11,02 Gram dan Uang Hasil Jual Beli Rp1,398 Juta
Tapung Hilir, www.radaroke.com - Polsek Tapung Hilir Polres Kampar berhasil mengungkap kasus127 Kali Beraksi, Sindikat Haji Ilegal Modus Visa Tenaga Kerja Ditangkap
Jakarta, www.radaroke.com - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim PolriGegara Gagal Tarik Tabungan, Pria India Bawa Kerangka Adik ke Bank
New Delhi, www.radaroke.com - Seorang pria di India timur membawa sisa kerangka adiknya ke bank.Jadi Narasumber dalam Nusantara Young Leaders, Menteri Nusron: Semua Kebijakan Harus Memanusiakan Manusia
Banyumas, Radaroke.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan NasionalSertipikasi Tanah Bawa Kepastian Hukum dan Beri Ketenangan Lebih untuk Masyarakat
Palangkaraya, Radaroke.com- Kepastian hukum atas tanah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan
Jakarta, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),













Komentar Via Facebook :