Ilustrasi. Foto: Int
Program Zero Anak Putus Sekolah Terus Digencarkan
Beranda / Pendidikan /
Pekanbaru, www.radaroke.com - Program zero anak putus sekolah terus digencarkan. Hal ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang memiliki anak putus sekolah.
Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pendataan dan penanganan anak putus sekolah dilakukan secara terus-menerus tanpa menunggu periode tertentu.
"Program zero anak putus sekolah ini merupakan arahan langsung dari Walikota Pekanbaru Agung Nugroho," paparnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru, kata Tommy tidak hanya mengarahkan anak kembali ke jalur pendidikan formal, tetapi juga menyiapkan alternatif pendidikan nonformal bagi anak yang sudah melewati batas usia sekolah formal.
"Program nol anak putus sekolah terus berjalan. Kami membuka posko layanan agar masyarakat dapat melapor, baik ke dinas maupun ke sekolah terdekat. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota," kata Tommy,
Pihaknya, juga menyediakan fasilitas pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"Sehingga anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Selain membuka akses pendidikan, Disdik Pekanbaru juga mendorong anak-anak mengikuti lembaga kursus dan pelatihan keterampilan.
Langkah ini dilakukan agar mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga memiliki bekal keterampilan praktis untuk masa depan.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat 1.778 anak putus sekolah yang teridentifikasi melalui pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk pos pelayanan terpadu (posyandu).
Dari jumlah itu, sebagian telah kembali ke sekolah formal, sementara lainnya diarahkan mengikuti pendidikan nonformal sesuai kondisi masing-masing.
Tommy menambahkan, Disdik juga menangani berbagai persoalan pendidikan lain yang menjadi penyebab anak tidak melanjutkan sekolah, termasuk persoalan administrasi seperti ijazah yang tertahan.
"Ada juga kasus ijazah yang tertahan dan kami bantu selesaikan. Berbagai persoalan ini menjadi bahan evaluasi kami dalam menyusun kebijakan pendidikan ke depan," jelasnya.
Saat ini, pendataan anak putus sekolah tahun 2026 masih terus berlangsung. Namun, hingga kini belum terlihat adanya penambahan signifikan.
Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak di kota itu mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Pendataan masih berjalan. Yang jelas, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah," pungkas Tommy.
Sumber: Cakaplah
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Dosen dan Mahasiswa ITP2I Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Sungai Ara
Sungai Ara, www.radaroke.com – Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I)Siswa SD IT Tahfidz Al Fatih Ukir Prestasi Gemilang di Kejuaraan Sepatu Roda Regional Sumatera dan Swimming Championship Se-Indonesia
Pekanbaru, www.radaroke.com - Penghujung tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Sekolah DasarTerpilih Jadi Ketua, Hj. Nurjasmi, M. Pd Berkomitmen Jadikan APSI Riau Lebih Bermarwah dan Ditilik Stakeholder
Pekanbaru, www.radaroke.com - Hj. Nurjasmi, S. Pd., M. Pd secara resmi terpilih menjadi KetuaAnggota DPRD Kota Pekanbaru dr Meiza Ningsih Dorong Pelaku UMKM untuk Terus Lakukan Terobosan Baru
Pekanbaru, www.radaroke.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dr Meiza Ningsih, M.Ked, Sp.THT-BKLKomitmen Pemko Pekanbaru Bangun Infrastruktur, 29 Ruas Jalan Dioverlay Jelang Akhir Tahun
Pekanbaru, www.radaroke.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dibawah kepemimpinan Agung Nugroho100 Hari Pimpin Pekanbaru, Berikut Capaian Wako Agung dan Wawako Markarius, Mulai dari Tarif Parkir, Hingga Benahi Sampah dan Banjir
Pekanbaru, www.radaroke.com - Genap 100 hari sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali













Komentar Via Facebook :