Ilustrasi. Foto: Int
Praktik Nakal Bibit Kelapa di Inhil Terbongkar, Kerugiannya Miliaran
Beranda / Kupas Kasus /
Jakarta, www.radaroke.com - Ketidaksesuaian dalam pembibitan kelapa yang ditemukan di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau terbongkar.
Dari temuan tersebut, terungkap potensi kerugian mencapai Rp 3,3 miliar.
Khusus di Indragiri Hilir ditemukan kejanggalan sebanyak 31.920 batang senilai Rp 718 juta.
Temuan ini mencakup kualitas bibit yang tidak layak hingga perbedaan signifikan antara data laporan dan kondisi di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara.
Ia menilai pengelolaan kebun dan standar pemeliharaan masih belum optimal, sehingga berpotensi mengganggu keberhasilan program.
“Ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari bibitnya saja. Benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti,” ujarnya mengutip laman kementan, Rabu (20/5/2026).
Dia turut memerintahkan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian untuk mengecek program serupa di seluruh wilayah di Indonesia.
Pasalnya, pada hitungan sementar, terdapat potensi kerugian mencapai Rp 3,3 miliar.
"Saat ini ditemukan data yang berbeda jumlah surat perintahnya berbeda dengan realisasi lapangan, nilainya kurang lebih Rp 3,3 miliar. Kami minta itu diperiksa langsung ditindaklanjuti, kalau itu pidana kami minta tidak pandang bulu siapa pun mereka itu harus dihukum dan uang negara harus dikembalikan," beber dia.
Amran menjelaskan program ini sebagai bagian dari hilirisasi sektor perkebunan. Dalam tinjauannya ke beberapa daerah, ada ketidaksesuaian jumbah benih, sehingga tindakan tegas pun diambil.
Sebagai rinciannya, potensi kekurangan benih mencapai 136.795 batang dengan nilai sekitar Rp 3,3 miliar.
Kecurangan ini antara lain terjadi di Banten sebanyak 44.654 batang senilai Rp 799 juta, Sulawesi Utara 20.518 batang senilai Rp 976 juta, Jawa Barat 38.654 batang senilai Rp 771 juta, Gorontalo 1.049 batang senilai Rp 51 juta.
Bibit Kakao hingga Kelapa
Amran menjelaskan, hal tersebut tak hanya menyangkut bibit kelapa, namun juga kakao dan komoditas lainnya.
"Ini beberapa, semua komoditas, jadi ada kelapa, kopi, kakao, kelapa itu yang dominan," ujarnya.
Dia menerangkan, angka Rp 3,3 miliar bukan merupakan angka final kerugian. Nilai tersebut masih bisa berkurang jika kekurangan benih hilirisasi tadi dikembalikan.
Dia mengatakan, sumber dana program ini memakan anggaran Kementan dari 2025 dan 2026.
"Ini program yang sangat bagus tidak boleh dipermainkan karena kalau bibit benih yangbermasalah itu ini kan tanaman jangka panjang. Kalau ini bermasalah itu nanti kasihan petaninya," tandasnya.
Diperiksa Aparat
Menanggapi temuan tersebut, Mentan Amran meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Kami minta kepada reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri,” pungkasnya.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Bhabinkamtibmas Bencah Kelubi Pastikan Tanaman Jagung Pipil Baru Tanam
Tapung, www.radaroke.com - Bhabinkamtibmas Desa Bencah Kelubi Bripka Prio Kurniawan meninjauIni Penyebab RSUD Bangkinang Terlilit Utang Rp 18 Miliar
Bangkinang, www.radaroke.com - RSUD Bangkinang terlilit utang kepada pihak ketiga sebesar Rp 18Dukung Deteksi Dini PTM, Puskesmas Sipayung Hadirkan Layanan CKG di Kantor Camat Rengat
Rengat, www.radaroke.com - UPT Puskesmas Sipayung kembali menghadirkan layanan kesehatan langsungDiduga Edarkan Sabu, Pria di Sungai Putih Dibekuk Tim Opsnal Polsek Tapung
Tapung, www.radaroke.com - Jajaran Polsek Tapung berhasil mengungkap kasus dugaan peredaranAroma Manipulasi di Balik Proyek Menara BTS Kebun Lado, Warga Ring Satu "Dibuang" Demi Izin Palsu?
Kuantan Singingi, www.radaroke.com – Proyek pembangunan menara "Base TransceiverPolsek Tapung Melalui Bhabinkamtibmas Desa Indrapuri Lakukan Pengecekan Rutin Pertumbuhan Tanaman Jagung Pipil
Tapung, www.radaroke.com - Dalam rangka terus mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek












Komentar Via Facebook :