Abdul Wahid saat mengikuti persidangan. Foto: Int
Terungkap, Ini Aktivitas Abdul Wahid Sebelum OTT
Beranda / Kupas Kasus /
Pekanbaru, www.radaroke.com - Sidang kasus dugaan pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR-PPKP Riau kembali mengungkap fakta baru, terutama terkait peristiwa menjelang operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Muhammad Syahrul Amin, pramusaji di rumah jabatan Gubernur Riau, mengungkapkan keberadaan sejumlah pejabat di rumah dinas pada Senin, 3 November 2035, di hari OTT.
Syahrul mengatakan, pada hari itu ia melihat Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Wakil Gubernur SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, serta Bupati Siak Afni Zulkifli.
“Saya melihat ada Pak SF Hariyanto, pak Kapolda, buk Afni, dan pak Abdul Wahid,” ujarnya saat menjawab pertanyaan tim penasihat hukum terdakwa saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Menurut Syahrul, para pejabat tersebut bertemu di kafe yang berada di lingkungan kediaman Gubernur Riau. Pertemuan itu berlangsung cukup lama dan baru selesai menjelang magrib, sekitar pukul 18.00 WIB.
“Di kafe, di kediaman,” katanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama.
Setelah pertemuan selesai, Syahrul bersama pramusaji lainnya kemudian memindahkan peralatan dari area kafe ke dapur di gedung utama rumah jabatan gubernur.
Ia juga mengaku sempat mendengar adanya pemeriksaan oleh KPK terhadap Henny Sasmita, istri Gubernur Riau. Saat itu, menurutnya, Abdul Wahid masih berada di kafe bersama tamu-tamu yang hadir.
“Ada dua cewek, mungkin pendamping ibu (Henny Sasmita). Katanya beliau lagi interogasi KPK,” ujar Syahrul mengulangi informasi yang didengarnya.
Syahrul menambahkan, ia baru mengetahui adanya OTT KPK setelah informasi tersebut muncul di media pada 4 November. Setelah itu, ia mengaku tidak lagi melihat Gubernur berada di rumah jabatan.
Dalam kesaksiannya, Syahrul juga menyebut aktivitas Abdul Wahid yang kerap melakukan rapat di hari libur.
“Hampir sering. Sebulan pasti ada,” ujarnya.
Dalam kesaksiannya, Syahrul juga mengungkap, pertemuan atau kegiatan di rumah jabatan gubernur kerap berlangsung di luar jam kerja normal.
Bahkan, ia menyebut kegiatan serupa cukup sering terjadi, terutama dalam bentuk pertemuan dengan tamu. “Kalau rapat, sering. Sebulan pasti ada,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, rumah dinas biasanya selalu ramai. “Kalau sebelum jam 12 biasanya ramai," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan kebiasaan Abdul Wahid yang selalu bekerja hingga larut malam. "Bapak sering tidur jam 3 subuh,” katanya.
Untuk diketahui, Abdul Wahid diamankan KPK bersama Kepala Dinas PUPR-PPKP Riau, M. Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubenrur Riau, Dani M. Nursalam.
Para terdakwa diduga melakukan pemerasan mencapai Rp3,55 miliar. yang disebut sebagai “japrem” setelah pergeseran anggaran APBD Riau ke Dinas PUPR-PPKP sebesar Rp271 miliar.
Dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai kepentingan nonkedinasan, termasuk kebutuhan pribadi dan kegiatan tertentu.
JPU KPK menjerat para terdakwa dengan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sumber: Cakaplah
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polsek Tapung Serahkan Benih Jagung Pipil Ke Sekdes Desa Sumber Makmur
Tapung, www.radaroke.com - Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, begitu banyakBersama Petani, Polsek Tapung Kembali Tanam Jagung Seluas 2 Hektare
Tapung, www.radaroke.com - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkanWaspada Kolesterol Tinggi Saat Makan Daging Idul Adha, Ini Gejalanya
Jakarta, www.radaroke.com - Kolesterol tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapatPihak J&T Kandis Bantah Penyekapan Terhadap Kurir dan Ungkap Dugaan Penukaran Paket HP, Motor Disebut Sebagai Jaminan
Kandis, www.radaroke.com— Pihak J&T Express Pasar Minggu Kandis akhirnya buka suaraSebut Sumbar, Jabar Daerah Berakhiran Bar Itu Barbar, Abu Janda Dipolisikan
Jakarta, www.radaroke.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) melaporkan










Komentar Via Facebook :