Polemik Gelar Doktor Bahlil Masih Berlanjut
Beranda / Kupas Kasus /
Jakarta, www.radaroke.com - Polemik disertasi yang dikerjakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, masih berlanjut.
Ratusan guru besar Universitas Indonesia (UI) meminta Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang membebaskan promotor seorang pejabat tinggi dari sanksi etik universitas.
"Kami berharap Majelis Hakim MA, dengan integritasnya, dapat memutus kasasi dengan mempertimbangkan pelanggaran etika akademik sebagai otonomi universitas paling hakiki dalam kasus ini," kata salah satu perwakilan guru besar Prof. Sulistyowati Irianto dikutip dari keterangang tertulis.
Adapun gugatan PTUN dilayangkan oleh Chandra Wijaya dan Athor Subroto. Keduanya merupakan promotor dan ko-promotor disertasi Bahlil.
Keduanya tidak terima dijatuhi sanksi administratif dan etik oleh Rektor UR terkait polemik mengenai integritas akademik dan kilatnya masa studi S3 Bahlil Lahadalia.
Dalam rekomendasinya, para guru besar UI yang berjumlah 301 orang memohon Majelis Hakim MA untuk menerima dan mengabulkan seluruh permohonan kasasi Rektor UI, Heri Hermansyah.
Sulistyowati juga mengingatkan bahwa fungsi universitas untuk memproduksi ilmu pengetahuan.
"Karenanya, universitas memiliki otonomi yang tak bisa disamakan dengan lembaga apapun, politik maupun bisnis," ujarnya.
Selain itu, menurut para guru besar, universitas harus bebas dari politik dan uang dan otonomi adalah hak dari universitas.
"Kewenangan universitas untuk menjaga nilai, norma dan integritas akademik harus dihormati," ujarnya.
Polemik Disertasi Bahlil
Bahlil Lahadalia dinyatakan lulus dari Program Doktor SKSG UI pada 16 Oktober 2024.
Disertasinya berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.
Bahlil meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI).
Sidang berlangsung di Gedung Makara Art Center UI pada Rabu (16/10/2024) lalu dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A.
Namun, pemberian gelar doktor kepada Bahlil Lahadalia menjadi perbincangan publik.
Polemik gelar doktor Bahlil Lahadalia di Universitas Indonesia (UI) berpusat pada proses kelulusannya yang dinilai terlalu cepat (1 tahun 8 bulan) dan dugaan pelanggaran etik.
Masalah ini mencakup penggunaan data penelitian tanpa izin serta publikasi di jurnal yang dipertanyakan.
Berikut adalah rincian utama dari polemik tersebut:
Masa Studi yang Singkat: Bahlil terdaftar sebagai mahasiswa doktoral di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI pada Februari 2023 dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude pada Oktober 2024.
Waktu tempuh ini memicu kritik karena dianggap jauh lebih cepat dari durasi normal program S3.
Dugaan Pelanggaran Etik:
Dewan Guru Besar UI menemukan masalah serius dalam proses bimbingan dan penulisan disertasi, termasuk penggunaan data yang diduga dicatut dari organisasi Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).
Penangguhan Gelar dan Sanksi: Menyusul investigasi tersebut, UI menangguhkan kelulusan Bahlil dan memberikan sanksi pembinaan kepada para promotor dan tim penguji.
Pihak UI meminta Bahlil untuk merevisi dan meningkatkan kualitas disertasinya agar sesuai dengan standar akademik.
Sumber: Tribun
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Forum Pers Independent Indonesia Berkunjung dan Aundensi Bersama Kapolres Kuantan Singingi
Kuantan Singingi, www.radaroke.com – Forum Pers Independen Indonesia (FPII) menggelarPolsek Tapung Kawal Program Swasembada Pangan, Petani Semangat Kembangkan Jagung Pipil
Tapung, www.radaroke.com - Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus ditunjukkanUngkap Peredaran Narkoba – 2 Tersangka Diamankan, 42 Paket Sabu Disita
Tapung, www.radaroke.com - Komitmen Polres Kampar dalam memberantas peredaran narkotika semakinProgram Makan Bergizi Gratis Dihentikan
Jakarta, www.radaroke.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di IndonesiaKapolsek Tapung Terus Melakukan Pengecekan Lahan Penanaman Jagung Pipil
Tapung, www.radaroke.com - Dalam mendukung program Presiden Prabowo, Polsek Tapung Polres KamparFakta Baru Terungkap, Wahid Sebut Simpan aja dulu, Bang!
Pekanbaru, www.radaroke.com - Fakta baru mengejutkan terungkap di sidang lanjutan kasus dugaan













Komentar Via Facebook :