Surya Gemara Mantan aktivis. Foto: Ist
Surya Gemara, Aktivis 2019 Soroti Gelombang Demonstrasi Mahasiswa
Beranda / Kupas Kasus /
Pekanbaru, www.radaroke.com - Mantan aktivis, Surya Gemara, menyoroti maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.
Menurutnya, terdapat perbedaan sikap yang dinilai tidak adil dalam menyikapi kondisi pemerintahan saat ini dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Dalam keterangannya, Surya mengaku prihatin melihat berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa terkait isu korupsi, penegakan hukum, dan kebijakan pemerintah.
Namun, ia mempertanyakan mengapa gelombang demonstrasi saat ini terlihat lebih keras dibandingkan ketika berbagai persoalan serupa terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.
"Menurut saya, ini tidak fair dan tidak adil. Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, banyak persoalan yang menjadi sorotan publik, mulai dari dugaan korupsi hingga ketidakadilan hukum. Namun aksi mahasiswa tidak sekeras yang terjadi saat ini," ujarnya.
Surya menilai sejumlah langkah yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti upaya pemberantasan korupsi dan penertiban kawasan hutan melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), merupakan bagian dari usaha perbaikan tata kelola negara yang patut diapresiasi.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kelemahan dalam pengawasan di tingkat bawah yang membuka peluang terjadinya penyimpangan.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beberapa kali terjadi pada pemerintahan sebelumnya.
Menurutnya, respons mahasiswa terhadap kebijakan tersebut tidak sebesar yang terlihat saat ini.
Surya turut mengingat kembali peristiwa 21-22 Mei 2019 pasca-Pemilu, yang menurutnya meninggalkan luka bagi sebagian masyarakat.
Ia menilai banyak pihak yang saat itu menuntut keadilan dan transparansi, namun justru berhadapan dengan proses hukum dan menjadi korban kerusuhan.
"Sebagai aktivis sekaligus korban peristiwa 21-22 Mei 2019, saya merasa ada ketidakadilan dalam cara sebagian pihak memandang dan merespons kondisi politik saat ini dibandingkan dengan masa lalu," katanya.
Ia berharap mahasiswa tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konsisten terhadap siapa pun yang sedang berkuasa, tanpa membedakan pemerintahan yang satu dengan yang lainnya.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kritik harus tetap disampaikan, tetapi hendaknya dilakukan secara adil dan berdasarkan fakta, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perbaikan bangsa," pungkasnya.
Surya Gemara, yang juga Ketua Persatuan Anak Medan Riau (PAMRI) menegaskan, akan terus bersikap kritis dan objektif terhadap program dan kebijakan pemerintah.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Sempena Hari Jadi Ke-61, Ketum KKIH Pekanbaru Ajak Masyarakat Rapatkan Barisan, Bersatu Padu Bangun Inhil Gemilang
Pekanbaru, www.radaroke.com - Ketua Umum Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) PekanbaruBongkar Semua Aliran Dana, Dani: Semua Uang Sudah Diserahkan
Pekanbaru, www.radaroke.com - Dani M Nursalam, eks tenaga ahli Gubernur Riau (Gubri) nonaktif,Luhut Minta MBG Jangan Diperdebatkan, Ini Alasannya!
Jakarta, www.radaroke.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memintaPocong Jadi-jadian di Kulim Pekanbaru Ditangkap, Ini Penjelasannya
Pekanbaru, www.radaroke.com - Isu pocong jadi-jadian yang menghantui warga Pekanbaru terjawabBhabinkamtibmas Desa Sei Lembu Makmur Aktif Monitoring Pertumbuhan Jagung Pipil
Tapung, www.radaroke.com - Bhabinkamtibmas Sei Lembu Makmur Melaksanakan peninjauan lahan JagungMeriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Kapolsek Resmi Buka Turnamen Badminton Kapolsek Tapung Cup II 2026
Tapung, www.radaroke.com - Semangat sportivitas dan menjunjung tinggi kebersamaan mewarnai










Komentar Via Facebook :