https://www.radaroke.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.radaroke.com

IKLAN SMP

https://www.radaroke.com

  • ";
  • Kupas Kasus
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Bengkalis
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Kampar
    • Siak
    • Inhil
    • Meranti
    • Dumai
  • Seni Budaya
  • Politik Hukum
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Gagasan
  • Lainnya
    • Opini
    • Ekonomi Bisnis
    • Dunia
    • Kesehatan
    • Travel
    • Food
    • Olahraga
    • Seleb
    • Podcast
    • RadarTVoke
    • Gallery Foto

Terbaru

Trending

Pilihan

RadarTVoke

Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf

Ilustrasi. Foto: Int

Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf

Beranda / Kupas Kasus /
Jumat, 24 Juli 2026 - 17:13 WIB  
Editor : Abdul Kadir

Ada bilang, sebaiknya Prabowo jangan dikasih pidato, bisa panas negeri ini. Terbaru, begitu dikasih microphone, ia langsung menuduh wartawan, jurnalis, pengamat, LSM sebagai londo ireng.

Untuk sementara AJI minta RI-1 minta maaf. Sementara PWI masih diam, atau takut? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalau politik Indonesia itu warung kopi, maka pidato Prabowo Subianto di Harlah ke-28 PKB, 23 Juli 2026, adalah kopi hitam dicampur sambal, durian, dan bensin.

Sekali seruput, semua langsung melek. Tiba-tiba keluar satu jurus dari gudang sejarah yang mungkin sudah berdebu, bersarang laba-laba, rayap pun ogah mengunyahnya, "londo ireng."

Kata yang dulu dipakai buat menyebut pribumi membantu penjajah Belanda itu mendadak disulap menjadi rudal balistik politik.

Sasarannya bukan VOC, bukan Jan Pieterszoon Coen, melainkan wartawan, jurnalis, pengamat, sampai LSM. Waduh... sejarah rupanya sekarang bisa disewa harian.

Logikanya bikin kepala muter seperti kipas angin seharga 1,8 triliun. Dulu "londo ireng" identik dengan orang yang bekerja untuk kolonial.

Sekarang, orang membawa kamera, mengetik berita, mengkritik kebijakan, atau sekadar bertanya dalam konferensi pers, bisa mendadak naik kasta menjadi keturunan VOC edisi 5G.

Kalau begini terus, jangan-jangan besok tukang parkir yang bertanya "karcisnya, Pak?" ikut dicurigai agen Hindia Belanda.

Presiden pun mengeluarkan angka pamungkas. Katanya pemerintah telah memperbaiki lebih dari 67 ribu sekolah.

Namun media, menurutnya, justru sibuk memotret sekolah yang masih rusak. Wartawan dianggap doyan mencari genteng bocor ketimbang ruang kelas baru.

Pengamat dicurigai. LSM ditanya siapa yang menggaji. Kalimat itu meluncur seperti mercon satu dus. Bunyinya bukan "duar" lagi, melainkan "duar-duar-duar" sampai ayam kampung pun lupa arah pulang.

Begitu pidato selesai, republik langsung berubah menjadi grup WA ormas saat dengar ada investor mau beli tanah. Semua bicara bersamaan. AJI meminta permintaan maaf Prabowo.

YLBHI mengingatkan, stigmatisasi terhadap kebebasan sipil. Sementara itu, PWI memilih memainkan jurus legendaris Nusantara, mode hening maksimal.

Diamnya bukan lagi seperti ikan di akuarium. Ini sudah level patung di bundaran. Burung gereja bisa bikin sarang di pundaknya tanpa merasa terganggu.

Nah, di sinilah sinetronnya mulai mengalahkan rating drama 1.000 episode. Waktu Hotman Paris melontarkan ucapan yang dianggap melecehkan wartawan, PWI bergerak secepat promo tanggal kembar.

Belum sempat kopi dingin, laporan polisi sudah meluncur. Tetapi sekarang, ketika istilah "londo ireng" keluar dari mulut kepala negara, langkahnya mendadak berubah seperti kura-kura sedang menarik gerbong kereta.

Pelan sekali. Pelan sampai siput menyalip sambil melambaikan tangan.

Publik pun mulai garuk-garuk kepala sampai ketombe ikut berdiskusi. Apa keberanian organisasi wartawan memiliki mode otomatis? Kalau lawannya artis, gas penuh.

Kalau lawannya presiden, mendadak sinyal hilang. Jangan-jangan mikrofon PWI sedang masuk mode pesawat. Atau mungkin tombol suaranya tertinggal di ruang rapat yang AC-nya terlalu dingin.

Drama ini akhirnya terasa seperti sirkus politik terbesar di Asia Tenggara. Ada presiden yang menghidupkan istilah kolonial, wartawan merasa dilabeli, organisasi pers masih mengukur arah angin, pengamat sibuk menganalisis, dan rakyat hanya bisa membeli singkong goreng ukuran jumbo.

Semua sibuk berdebat tentang "londo ireng", sementara warung kopi di sudut kampung mungkin lebih damai membahas KDMP.

Kini panggung tinggal menyisakan satu pertanyaan besar. Akankah PWI mengeluarkan jurus sama kerasnya seperti saat menghadapi Hotman Paris?

Atau justru memilih menjadi ahli meditasi nasional terus diam sambil berharap badai berlalu sendiri? Entahlah. Yang jelas, politik Indonesia memang tidak pernah kehabisan penulis skenario. Pastinya selalu ada tontonan gratis.

Penulis: Rosadi Jamani


TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BACA JUGA

  • PN Pekanbaru Vonis Rahmat Hidayat dan Denda Rp7 Juta dalam Perkara Penghinaan Ringan

    PN Pekanbaru Vonis Rahmat Hidayat dan Denda Rp7 Juta dalam Perkara Penghinaan Ringan

    Jumat, 16/10/2026 - 20:41 WIB
  • Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

    Anomali Desentralisasi: Saat Anggaran Daerah dan Otonomi Desa Dikendalikan dari Jakarta

    Jumat, 11/09/2026 - 08:36 WIB
  • Diganjar 2 Tahun Penjara, Wahid Banding, Apakah Bakal Bebas

    Diganjar 2 Tahun Penjara, Wahid Banding, Apakah Bakal Bebas

    Kamis, 30/07/2026 - 19:49 WIB
  • Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf

    Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf

    Jumat, 24/07/2026 - 17:13 WIB

JANGAN LEWATKAN

  • Hadirkan Keceriaan dan Inspirasi, Bandara SSK II Pekanbaru Tunjukkan Kepedulian Perusahaan Terhadap Tumbuh Kembang Anak

    Kupas Kasus•
    Jumat, 24/07/2026 - 13:49 WIB
    Pekanbaru, www.radaroke.com – Memperingati Hari Anak Nasional, PT Angkasa Pura Indonesia
  • Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

    Kupas Kasus•
    Kamis, 23/07/2026 - 23:51 WIB
    Aceh Tamiang, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  • 2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

    Kupas Kasus•
    Kamis, 23/07/2026 - 20:35 WIB
    Aceh Tamiang, Radaroke.com- Sebanyak 2.000 sertipikat tanah masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang
  • Tinjau Lokasi Huntap bagi Korban Bencana Aceh Tamiang, Menteri Nusron Pastikan Lahan 100% Siap Digunakan

    Kupas Kasus•
    Kamis, 23/07/2026 - 20:34 WIB
    Aceh Tamiang, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  • Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang

    Kupas Kasus•
    Kamis, 23/07/2026 - 20:32 WIB
    Aceh Tamiang, Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  • OTT KPK untuk Bersihkan Kepala Daerah, Ini Daftar yang Berhasil Ditangkap

    Kupas Kasus•
    Kamis, 23/07/2026 - 14:04 WIB
    Jakarta, www.radaroke.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan
Iklan Rohul 2

TRENDING

  • Cinta di Dunia Maya, Waspadai Jebakan Love Scamming

    Cinta di Dunia Maya, Waspadai Jebakan Love Scamming

    Sabtu, 17/10/2026 - 17:38 WIB
  • HMI Pekanbaru Tolak Serahkan Tuntutan ke DPRD Riau, Siapkan Aksi Jilid II

    HMI Pekanbaru Tolak Serahkan Tuntutan ke DPRD Riau, Siapkan Aksi Jilid II

    Kamis, 22/10/2026 - 23:35 WIB
  • Bupati Bistamam Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap

    Bupati Bistamam Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap

    Jumat, 23/10/2026 - 14:13 WIB
  • Pemkab Rohil Minta Aparatur Kepenghuluan Tingkatkan Ketertiban Kelola Anggaran

    Pemkab Rohil Minta Aparatur Kepenghuluan Tingkatkan Ketertiban Kelola Anggaran

    Kamis, 22/10/2026 - 14:23 WIB
  • Bupati Bistamam Pantau Perekaman TTE PPPK Paruh Waktu

    Bupati Bistamam Pantau Perekaman TTE PPPK Paruh Waktu

    Kamis, 22/10/2026 - 14:30 WIB
  • Pemkab Rohil Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran Bagan Barat

    Pemkab Rohil Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran Bagan Barat

    Rabu, 21/10/2026 - 14:41 WIB
  • Bupati Rohil Kerahkan Dua Excavator Benahi Drainase

    Bupati Rohil Kerahkan Dua Excavator Benahi Drainase

    Selasa, 20/10/2026 - 20:17 WIB
  • Dari Pelestarian Gambut Jadi Sumber Penghasilan, Wabup Bagus Santoso Dukung Usaha Bibit Geronggang di Bengkalis

    Dari Pelestarian Gambut Jadi Sumber Penghasilan, Wabup Bagus Santoso Dukung Usaha Bibit Geronggang di Bengkalis

    Senin, 19/10/2026 - 23:35 WIB
  • Ketua DPRD Bengkalis: Semangat Gotong Royong Warga Mandau Jadi Modal Kemajuan Daerah

    Ketua DPRD Bengkalis: Semangat Gotong Royong Warga Mandau Jadi Modal Kemajuan Daerah

    Selasa, 27/10/2026 - 21:13 WIB
  • Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Kajati Riau di Bengkalis, Kasmarni Perkuat Sinergi Antarlembaga

    Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Kajati Riau di Bengkalis, Kasmarni Perkuat Sinergi Antarlembaga

    Rabu, 21/10/2026 - 23:26 WIB
Iklan P09

TOPIK VIRAL

  • # Wawako Markarius      

  • # Pemko Pekanbaru      

Space Iklan P25
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RadarOke.com - All Right Reserved
    Desain by : Sarupo