Pemuda Muhammadiyah Riau Dukung Program Pembinaan Warga Binaan dan Ketahanan Pangan di Lapas Terbuka Rumbai
Beranda / Daerah / Pekanbaru
Pekanbaru, www.radaroke.com — Pemuda Muhammadiyah Riau menghadiri undangan kegiatan kolaborasi lintas sektor dalam rangka memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, khususnya pembinaan, pemberdayaan, pembimbingan, serta pengawasan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas III Rumbai, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah, termasuk implementasi KUHP Nasional yang di dalamnya mengatur pelaksanaan pidana kerja sosial.
Kolaborasi lintas sektor juga diarahkan melalui pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).
Kepala Bapas Kelas I Pekanbaru, Eri Irawan, mengatakan tahap awal program akan difokuskan pada pelatihan dan pembekalan bagi warga binaan.
.jpg)
“Untuk tahap pertama akan dilakukan pelatihan dan pembekalan. Perlahan kita bekerja sama dengan mereka yang sudah sukses di bidang perdagangan komoditas. Harus ada kerja sama dan komunikasi yang matang,” ujar Eri.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembinaan warga binaan, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Riau, Rizal S, menyatakan dukungannya terhadap program pembinaan berbasis pemberdayaan dan produktivitas tersebut.
Ia bahkan turut turun langsung ke lapangan untuk melihat potensi lahan yang tersedia.
Salah satu hal yang dilakukan adalah pengecekan kadar pH tanah sebagai bagian dari persiapan pengembangan lahan pertanian.
Adapun total luas lahan yang tersedia diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran unsur kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah dan tokoh pemuda Nahdlatul Ulama (NU), yang diharapkan dapat memberikan pemikiran serta kontribusi dalam pengembangan program.
Sementara itu, perwakilan Ditjenpas Kanwil Riau menyampaikan bahwa pihaknya memberikan kewenangan kepada lembaga terkait untuk mengelola dan mengembangkan potensi lahan yang tersedia.
Namun, pengembangan pertanian dalam skala besar dinilai membutuhkan sejumlah persiapan. Salah satunya adalah pengolahan kompos sebelum lahan masuk ke tahap pengembangan pertanian secara lebih luas.
“Harus punya pengolahan kompos sebelum masuk ke dalam pertanian dalam skala besar,” kata perwakilan Ditjenpas Kanwil Riau.
Selain itu, inventarisasi potensi lahan akan dilakukan dalam jangka pendek, termasuk memetakan potensi tanaman sawit yang masih terdapat di kawasan tersebut.
Terkait pelaksanaan program kerja sosial (PKS), keputusan lebih lanjut masih menunggu arahan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil).
Untuk mendukung perencanaan kawasan, tim juga akan memanfaatkan drone guna membantu proses pemetaan dan penyusunan site plan.
Sementara mengenai kebutuhan biaya, setiap pengeluaran akan dilakukan pencatatan sebagai bagian dari proses administrasi program.
Dari Lapas Terbuka, M. Utomo menyampaikan bahwa sebelumnya sempat muncul gagasan untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi agrowisata.
Namun, menurutnya, gagasan tersebut membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang, termasuk izin dari pihak Kanwil.
“Semangatnya kami mohon kerja sama, bantuan pemikiran dan sumbangsih dalam program ini,” ungkapnya.
Program pengembangan lahan di Lapas Terbuka Kelas III Rumbai diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembinaan warga binaan, tetapi juga dapat menghasilkan kegiatan produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan sosial.
Keterlibatan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah Riau dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi sosial-keagamaan, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, perdagangan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan potensi yang tersedia, pengelolaan kawasan tersebut ke depan diharapkan dapat menjadi salah satu model pembinaan warga binaan berbasis ketahanan pangan, keterampilan dan kemandirian ekonomi di Riau.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Dinilai Tidak Mendapat Kepercayaan Masyarakat, RS Madani Pekanbaru Sepi Pengunjung
Pekanbaru, www.radaroke.com - Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru yang berlokasi di JalanBantah Isu Pungli SPMB, Kepsek dan Jajaran SMA Negeri 2 Tambang Berikan Klarifikasi
Tambang, Kampar, www.radaroke.com – Kepala SMA Negeri 2 Tambang, H. Afrizal, S.Ag., M.Ed.,Plt Bupati Kuansing Pimpin Rapat Umum Festival Pacu Jalur 2026
Teluk Kuantan, www.radaroke.com – Plt Bupati Kuansing H. Muklisin memimpin langsung RapatJelang Pacu Jalur, Plt Bupati Minta Pelayanan Desa Tetap Maksimal
Teluk Kuantan, www.radaroke.com – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terusStaf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN bersama Kakanwil BPN Provinsi Riau Monitoring Kepatuhan Pendaftaran Tanah Ulayat di Kubu, Rokan Hilir
Rokan Hilir, Radaroke.com– Dalam rangka memastikan pelaksanaan pengadministrasian danKementerian ATR/BPN Lanjutkan Monitoring Kepatuhan Pendaftaran Tanah Ulayat di Desa Langgam, Kabupaten Pelalawan
Pelalawan, Radaroke.com– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional











Komentar Via Facebook :