Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Beranda / Daerah / Bengkalis
Jakarta,Radaroke.com- Sebanyak 446 Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia telah menerapkan layanan Pengukuran Terjadwal, yang memberikan kepastian waktu bagi masyarakat sejak permohonan pendaftaran tanah diajukan hingga hasil pengukuran selesai. Melalui layanan ini, masyarakat akan mendapatkan jadwal pengukuran dengan masa tunggu maksimal tujuh hari dan penyelesaian Peta Bidang Tanah (PBT) paling lama lima hari setelah pengukuran.
“Mulai dari daftar sampai jadi, kurang dari 12 hari sudah jadi. Ini saya syukur alhamdulillah, untuk 446 Kantah sudah kita laksanakan Pengukuran Terjadwal. Ini kado buat rakyat Indonesia,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam acara _Launching_ Transformasi Layanan dan Organisasi, di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Senin (17/08/2026).
Dengan Pengukuran Terjadwal, masyarakat bisa mendapatkan layanan pertanahan yang lebih pasti dan terukur. Kepastian waktu juga diperkuat dengan penerapan prinsip _first in, first out_ (FIFO), permohonan yang lebih dahulu masuk akan dilayani terlebih dahulu. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak lagi harus menunggu tanpa kepastian mengenai kapan pengukuran tanah akan dilakukan.
“Jadi, kalau seandainya ada pemohon datang ke Kantor BPN, minta diukur besok pun sudah siap, sudah bisa dipenuhi. Kecuali pemohon minta jangan besok, minggu depan saja. Itu berarti karena kemauan pemohon, itu pun diperbolehkan,” tambah Menteri Nusron.
Secara nasional, masa tunggu pengukuran tanah di Kantah saat ini telah mencapai rata-rata nol hingga satu hari. Namun, masih terdapat empat Kantah yang masa tunggunya berada di atas tujuh hari, yakni Kantah Kabupaten Nias, Kabupaten Kuantan Singingi, Kota Batam, dan Kota Banjarmasin. Kementerian ATR/BPN akan melakukan evaluasi dan mencari solusi atas kendala tersebut agar target waktu layanan dapat diterapkan secara optimal.
Menteri Nusron mengatakan, Pengukuran Terjadwal merupakan salah satu ikhtiar Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan kepastian dalam pelayanan publik. “Jangan sampai rakyat itu putus asa, frustasi karena layanan publiknya tidak pasti. Asas kita melakukan inovasi ini adalah memberikan kepastian kepada masyarakat,” pungkasnya. (MW/JR)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
KKN UMRI Kelompok 153 Fokus Kebersihan dan Lingkungan di Nagari Tarantang
Tarantang, www.radaroke.com — Persoalan kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi salahHUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan
Jakarta, Radaroke.com- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,Polbeng Bawa Augmented Reality ke Kelas Biologi
Bengkalis, www.radaroke.com – Hari libur tidak menyurutkan semangat 30 siswa kelas VIIBantu Ratusan Warga, Program Satu Siswa Satu Dhuafa Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru Diharapkan Terus Berlanjut
Pekanbaru, www.radaroke.com - Sejumlah penerima manfaat Program Satu Siswa Satu Dhuafa (S3D)Pemuda Muhammadiyah Riau Dukung Program Pembinaan Warga Binaan dan Ketahanan Pangan di Lapas Terbuka Rumbai
Pekanbaru, www.radaroke.com — Pemuda Muhammadiyah Riau menghadiri undangan kegiatanDinilai Tidak Mendapat Kepercayaan Masyarakat, RS Madani Pekanbaru Sepi Pengunjung
Pekanbaru, www.radaroke.com - Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru yang berlokasi di Jalan













Komentar Via Facebook :