GPM Bengkalis Perkuat Ketahanan Pangan, Bumdes Restu Bersama Suka Maju Pasok Hasil Pertanian Lokal
Beranda / Daerah / Bengkalis
BENGKALIS, Radaroke.com— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bengkalis menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan di tengah masyarakat.(20-8-2026)
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. GPM tidak hanya menjadi ruang intervensi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan pangan, tetapi juga membuka akses pemasaran bagi petani lokal, pelaku UMKM, serta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Salah satu peserta yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut adalah Bumdes Restu Bersama Desa Suka Maju, Kecamatan Bantan. Bumdes ini membawa sejumlah komoditas hasil pertanian yang dikelola melalui sektor usaha produktif desa, salah satunya ubi.
Pengawas Bumdes Restu Bersama Desa Suka Maju, Normadiah Ningsih, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam GPM merupakan bentuk partisipasi aktif desa dalam memperkuat ekosistem pangan lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap hasil pertanian yang kita bawa. Untuk kegiatan GPM ini, kita membawa sekitar 300 kilogram ubi dari kebun. Secara keseluruhan, hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 600 kilogram, yang sebagian diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya.
Komoditas ubi tersebut dipasarkan dengan harga Rp6.000 per kilogram. Harga yang relatif terjangkau membuat komoditas tersebut mendapat perhatian masyarakat yang hadir dalam kegiatan GPM.
Menurut Normadiah, Bumdes Restu Bersama memiliki potensi produksi pertanian yang cukup besar. Selain ubi, sejumlah komoditas lain turut dikembangkan, antara lain jagung, labu manis, kangkung, bayam, dan kacang panjang.
“Untuk komoditas ubi, potensi produksinya dapat mencapai sekitar 10 ton. Seluruh kegiatan pertanian ini dikelola Bumdes Restu Bersama dengan luas lahan lebih dari dua hektare,” jelasnya.
Pengembangan lahan pertanian tersebut menjadi salah satu upaya Bumdes dalam membangun unit usaha produktif berbasis potensi lokal. Tidak sekadar berorientasi pada produksi, pengelolaan sektor pertanian juga diarahkan untuk menciptakan rantai ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi desa, petani, dan masyarakat.
Bumdes Restu Bersama juga membuka peluang kerja sama dengan masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan pasokan hasil pertanian. Produk dapat diperoleh secara langsung dari lokasi perkebunan yang berada di Desa Suka Maju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Keterlibatan Bumdes dalam GPM sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak semata-mata menjadi domain pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak dengan mengoptimalkan potensi produksi di tingkat desa.
Di sisi lain, pengembangan komoditas pertanian lokal memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Ketika hasil produksi petani memperoleh akses pasar yang memadai, aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Program GPM juga dinilai relevan dengan agenda penguatan ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Penguatan produksi pangan berbasis potensi lokal diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Selain Bumdes Restu Bersama, kegiatan GPM Kabupaten Bengkalis juga melibatkan petani lokal, termasuk petani milenial dari Pambang Baru yang mengembangkan komoditas semangka, serta sejumlah UMKM dan Bumdes lainnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, petani, Bumdes, UMKM, dan masyarakat, GPM diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penyediaan pangan murah, tetapi berkembang menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.(Jas)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Jakarta, Radaroke.com- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN
Jakarta, Radaroke.com- Penilaian kompetensi dilakukan terhadap setiap pegawai negeri sipil (PNS) diPengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Jakarta,Radaroke.com- Sebanyak 446 Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia telah menerapkanKKN UMRI Kelompok 153 Fokus Kebersihan dan Lingkungan di Nagari Tarantang
Tarantang, www.radaroke.com — Persoalan kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi salahHUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan
Jakarta, Radaroke.com- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,Polbeng Bawa Augmented Reality ke Kelas Biologi
Bengkalis, www.radaroke.com – Hari libur tidak menyurutkan semangat 30 siswa kelas VII













Komentar Via Facebook :