Wakil Walikota Pekanbaru H. Markarius Anwar saat membagi-bagikan masker. Foto: AK
Kasus ISPA Pekanbaru Meningkat, Ini Imbauan Wawako Markarius
Beranda / Daerah / Pekanbaru
Pekanbaru, www.radaroke.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru terus mengalami peningkatan.
Menanggapi hal itu Wakil Walikota Pekanbaru H. Markarius Anwar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
"Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," kata Markarius Anwar menjawab www.radaroke.com Sabtu (5/9/2026) pagi.
Menurut Markarius, kualitas udara di Pekanbaru masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
"Jika dihitung, ada dua kali lipat peningkatan per hari," paparnya.
Lonjakan signifikan ini terjadi selama masa tanggap darurat karhutla dibandingkan kondisi normal yang rata-rata hanya mencapai 100 kasus harian.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla yang memicu penurunan kualitas udara.
Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial mengingat kondisi kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih fluktuatif dari waktu ke waktu.
"Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Markarius.
Mengacu pada data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru tercatat ada 706 warga Pekanbaru yang mengalami ISPA selama masa tanggap darurat karhutla.
Selain ISPA, paparan asap juga berdampak pada kesehatan warga dalam bentuk penyakit lainnya. Dinkes mencatat 33 orang mengalami iritasi kulit dan 23 orang mengalami asma.
"Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit dan asma," kata Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi.
Dinkes juga mencatat lima warga mengalami pneumonia dan 15 orang mengalami konjungtivitis atau mata merah.
Menurut Dedy, sebagian besar pasien menjalani perawatan secara rawat jalan di 21 Puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.
Ia menyebut penurunan kualitas udara akibat paparan asap menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dari berbagai kasus yang ditangani selama masa tanggap darurat, ISPA menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan.
Laporan: Abd
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Bengkalis Dorong Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Bengkalis,Radaroke.com— Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat upaya menerapkan wajibBea Cukai Bengkalis musnahkan barang ilegal senilai Rp5,99 miliar
Bengkalis,Radaroke.com- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean CPelantikan Pemuda Muhammadiyah Pelalawan, Rizal S: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Jadi Pelopor
Pelalawan, www.radaroke.com – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Riau, RizalRakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Radaroke.com,Kupang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT
Radaroke.com,Kupang - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui
Radaroke.com,Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional













Komentar Via Facebook :