Hendra, Administrator Perkasan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau saat memaparkan materi. Foto: Ms Fitri
Bank Indonesia Bersama BGTK Riau Sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah di SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru
Beranda / Daerah / Pekanbaru
Pekanbaru, www.radaroke.com - Dalam rangka meningkatkan pemahaman anak muda terhadap rupiah, Bank Indonesia (BI) bersama Fasilitator Daerah (Fasda) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau menggelar sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru (ASBP).
(Suasana pelaksanaan sosialisasi. Foto: Ms Fitri)
Kegiatan sosialisasi yang dipandu pembawa acara Lidya Raihana Atikah S, Lc, MH itu diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas X hingga kelas XII SMA ASBP beserta majelis guru.
Hendra, Administrator Perkasan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau mengatakan, melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para siswa dan guru tentang Cinta Bangga Paham Rupiah.
"Ini merupakan tindaklanjut dari sosialisasi kepada guru guru yang ada di Provinsi Riau. Selanjutnya, kami berharap, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari," papar Hendra menjawab www.radaroke.com Kamis (10/9/2026) siang.
Hendra menuturkan, melalui kegiatan ini siswa dapat mengenali ciri keaslian uang Rupiah dan meningkatkan kesadaran untuk merawat uang Rupiah.
"Bangga Rupiah terlihat dari pengetahuan terkait Rupiah yang merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa dan merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesi," tutur Hendra.
Menurut Hendra, dalam dimensi Paham Rupiah, sangat penting bagi siswa untuk dapat memperlakukan uang dengan baik.
"Diantaranya dengan menjaga dan merawat rupiah, kemudian paham rupiah artinya paham menggunakan uang sebaik-baiknya dengan mengedepankan prinsip kebutuhan bukan pada keinginan," terangnya.
(Nadhira Alifia Sakhi peserta sosialisasi. Foto: Ms Fitri)
Nadhira Alifia Sakhi, siswa kelas XI SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru usai mengikuti kegiatan sosialisasi, mengaku sangat bersyukur telah menadapatkan pengetahuan terhadap Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.
"Saya baru tahu kalau uang itu tidak boleh dilipat, tidak boleh diremukkan, tidak boleh dicuci. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya paham bahwa ternyata uang itu akan rusak bila dilipat apalagi dicuci," jelasnya.
Bima Anindra Yudhana usai mengikuti sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah mengaku, sangat bersyukur telah mengikuti sosialisasi tersebut.
"Biasanya uang itu digeprek sampai remuk," ungkapnya saat berbincang dengan www.radaroke.com.
Kedepan, Bima bertekad akan memperlakukan uang dengan baik.
"Mungkin dimulai dengan tidak melipat uang tapi disimpan rapi dalam dompet," tekadnya.

Hal senada disampaikan Fairuz Bahir peserta sosialisasi CBP Rupiah.
Fairus mengaku wawasannya bertambah usai mengikuti kegiatan tersebut.
"Selama ini yah biasa-biasa saja memperlakukan uang. Padahal uang itu simbol negara. Tapi setelah mengikuti kegiatan ini, saya baru tahu kalau uang ternyata tidak boleh dilipat apalagi dikremus," paparnya.
Fairus berpesan, hargailah uang itu walaupun nilainya sedikit. "Jagalah uang seperti layaknya engkau menjaga dirimu sendiri," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru Nike Wahyuni, M. Psi turut mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia Provinsi Riau.

(Kepala SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru Nike Wahyuni, M. Psi saat memberikan sambutan. Foto: Ms Fitri)
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau yang telah berkenan memberikan edukasi kepada siswa dan guru di sekolah ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rupiah merupakan mata uang negara kita dan bukan hanya sebagai alat transaksi tapi juga sebagai simbol kedaulatan dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya saat ditemui www.radaroke.com di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026) sore.

Kedepan Nike Wahyuni yang akrab disapa Ms Ayu itu berharap, melalui sosialisasi ini, siswa dan guru lebih mengenal rupiah sehingga muncul rasa cinta dan semakin menjaga serta memelihara rupiah itu lebih baik.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dan guru dapat memperlakukan uang dengan baik. Diantaranya dengan tidak lagi melipat uang, atau mencoretnya," jelasnya.
"Untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia, karena saya sendiri merasa banyak sekali perubahan prilaku terutama dalam memperlakukan uang. Padahal, ketika kita memperlakukan uang dengan baik, maka rezeki itu juga akan datang dengan sendirinya karena kita menghargai dan memperlakukan uang dengan baik," tutupnya.

TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Bengkalis Raih Nilai 78 Penerapan Jabatan Fungsional Perdagangan Regional Sumatera
Bengkalis,Radaroke.com-Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis meraih nilai 78Gapembi Riau Tolak Wacana Pengalihan Dapur MBG ke Kantin Sekolah, SPPG Dinilai Lebih Siap
Pekanbaru, www.radaroke.com - Wacana mengenai pengalihan atau pelibatan kantin sekolah sebagaiMenteri Nusron dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada
Sleman,Radaroke.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu
Sleman,Radaroke.com- Pengelolaan pertanahan tidak dapat dipahami hanya melalui aspek teknis danIsi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah
Sleman,Radaroke.com- Pemahaman yang utuh terhadap tanah menjadi bekal penting bagi calon insanMenteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Sleman,Radaroke.com- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),













Komentar Via Facebook :