Cinta di Dunia Maya, Waspadai Jebakan Love Scamming
Beranda / Gagasan /
Pekanbaru, www.radaroke.com – Aplikasi pencari jodoh kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menemukan pasangan hidup, memperluas pergaulan, hingga mencari teman berbagi cerita.
Namun, di balik kemudahan membangun kedekatan melalui dunia digital, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan, mulai dari penipuan berkedok cinta atau love scamming hingga manipulasi emosional yang dapat merugikan korban secara psikologis maupun materi.
Pemimpin Redaksi hallobintang.com, Leli Maslina, S.H., mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menjalin hubungan dengan seseorang yang baru dikenal melalui internet.
Menurutnya, keinginan untuk mendapatkan pasangan merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai harapan membangun rumah tangga justru dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat tidak baik.
Leli, yang merupakan alumni Universitas Andalas (Unand) angkatan 2003 dan mantan staf pendidik, menilai bahwa literasi digital dan kemampuan mengenali perilaku manipulatif menjadi bekal penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Perhatian yang intens, komunikasi setiap hari, panggilan mesra, bahkan janji pernikahan tidak serta-merta membuktikan ketulusan seseorang.
“Jangan mudah menilai keseriusan seseorang hanya dari perhatian, rayuan, atau janji manis yang disampaikan. Dalam mencari pasangan hidup, kita perlu melihat konsistensi sikap, kejujuran, tanggung jawab, serta bagaimana seseorang menghargai batasan pribadi kita,” demikian pesan yang ditekankan dalam imbauannya.
Lima Tanda yang Perlu Diwaspadai Saat Mencari Pasangan
1. Kenali karakter, jangan terburu-buru menaruh kepercayaan
Tahap awal perkenalan merupakan kesempatan untuk mengenali karakter seseorang. Cara berkomunikasi, menghargai privasi, dan merespons perbedaan pendapat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menilai kualitas hubungan.
Seseorang yang memiliki niat baik semestinya mampu berkomunikasi secara sopan dan menghormati batasan pribadi. Sebaliknya, perilaku yang memaksa, merendahkan, meminta foto pribadi secara tidak pantas, atau membuat lawan bicara merasa tertekan patut diwaspadai.
Meski demikian, karakter seseorang tidak dapat disimpulkan hanya dari satu percakapan. Dibutuhkan waktu untuk melihat kesesuaian antara perkataan dan tindakan. Karena itu, pengguna aplikasi pencari jodoh sebaiknya membangun kepercayaan secara bertahap, tanpa mengabaikan kewaspadaan.
2. Jangan mudah terbuai rayuan dan janji pernikahan
Salah satu pola yang kerap ditemukan dalam penipuan berkedok asmara adalah upaya membangun kedekatan emosional sebelum pelaku mengajukan permintaan tertentu. Pelaku dapat memberikan perhatian berlebihan, menyampaikan kata-kata romantis, bahkan membicarakan pernikahan meskipun hubungan baru terjalin dalam waktu singkat.
Bagi seseorang yang sedang kesepian atau mendambakan pendamping hidup, perhatian tersebut mungkin terasa istimewa. Namun, ungkapan cinta tidak selalu menjadi bukti ketulusan, terlebih jika tidak disertai perilaku yang konsisten.
Leli mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru memberikan kepercayaan hanya karena seseorang pandai merangkai kata-kata.
“Kenali seseorang secara bertahap. Jangan sampai keinginan untuk segera mendapatkan pasangan membuat kita mengabaikan tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal,” menjadi prinsip kehati-hatian yang perlu diterapkan.
Keseriusan dalam hubungan semestinya dibuktikan melalui kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, dan sikap saling menghormati, bukan sekadar janji yang terdengar meyakinkan.
3. Waspadai panggilan mesra yang diikuti permintaan tertentu
Panggilan seperti suami istri, Mama-Papa, atau Aby-Umy dapat muncul ketika dua orang mulai merasa dekat. Sebutan tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya penipuan. Namun, masyarakat perlu waspada apabila kedekatan yang dibangun dengan cepat mulai digunakan untuk menekan pasangan agar memenuhi permintaan tertentu.
Situasi menjadi lebih berisiko ketika panggilan mesra disertai permintaan uang, pinjaman, bantuan keuangan, atau ajakan bergabung dalam usaha yang tidak jelas. Janji membangun rumah tangga dan kehidupan bersama juga tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan pertimbangan rasional.
Sebelum menyetujui transaksi atau menyerahkan dana, seseorang perlu memeriksa informasi secara mandiri dan mempertimbangkan risikonya. Jangan mengambil keputusan finansial hanya karena merasa tidak enak menolak permintaan orang yang sedang dekat secara emosional.
Menurut Leli, hubungan yang sehat memberikan ruang bagi kedua pihak untuk saling mengenal tanpa tekanan. Keseriusan tidak harus dibuktikan dengan memenuhi seluruh permintaan pasangan, melainkan melalui tanggung jawab dan penghormatan terhadap keputusan masing-masing.
4. Kenali hubungan yang mulai menguras materi dan pikiran
Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berkembang, bukan membuat salah satunya terus-menerus merasa bersalah atau terbebani.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah permintaan bantuan keuangan yang berulang, tuntutan agar pasangan selalu tersedia, atau pemanfaatan hubungan untuk kepentingan pribadi. Situasi semakin mengkhawatirkan apabila penolakan justru dibalas dengan tuduhan tidak mencintai, tidak setia, atau tidak serius menjalin hubungan.
Pola semacam ini dapat menjadi bentuk tekanan emosional yang membuat seseorang sulit mengambil keputusan secara objektif. Korban bisa merasa harus terus mengalah demi mempertahankan hubungan, meskipun kebutuhan pribadi, pekerjaan, dan ketenangan pikirannya mulai terganggu.
Leli menilai masyarakat perlu memahami bahwa mencari pasangan bukan berarti harus mengorbankan seluruh waktu, materi, dan kemandirian.
Setiap orang berhak menetapkan batasan serta menolak permintaan yang dirasa tidak wajar tanpa harus merasa bersalah.
5. Perhatikan pola perilaku, bukan lamanya hubungan
Tidak semua perilaku manipulatif muncul pada awal perkenalan. Dalam sejumlah kasus penipuan asmara, kepercayaan dibangun selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum pelaku mulai meminta uang atau mengajukan kepentingan tertentu.
Karena itu, lamanya hubungan tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran ketulusan. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan pola perilaku dan konsistensi seseorang dari waktu ke waktu.
Cerita yang sering berubah, identitas yang sulit diverifikasi, alasan darurat yang terus berulang, permintaan uang yang semakin meningkat, serta kecenderungan menghindar ketika diminta memberikan penjelasan merupakan sejumlah tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Apabila menemukan kejanggalan, pengguna aplikasi sebaiknya tidak mengabaikan penilaiannya sendiri. Ambil jarak jika diperlukan, hentikan transaksi yang mencurigakan, simpan bukti komunikasi, dan mintalah pendapat keluarga atau teman yang dapat dipercaya.
Lindungi Data Pribadi, Jangan Kirim Uang Sembarangan
Leli menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut menggunakan aplikasi pencari jodoh. Teknologi tetap dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperluas pergaulan dan menemukan seseorang yang memiliki tujuan hidup serupa. Kuncinya adalah menggunakan teknologi secara bijak dengan tetap mengutamakan keselamatan dan perlindungan data pribadi.
Pengguna disarankan tidak membagikan kata sandi, kode OTP, informasi perbankan, atau dokumen pribadi kepada orang yang baru dikenal.
Hindari pula mengirimkan uang kepada kenalan daring tanpa verifikasi yang memadai, meskipun permintaan tersebut disampaikan dengan alasan mendesak atau dibungkus janji masa depan bersama.
Jika ingin bertemu langsung, pilih lokasi umum yang ramai, atur transportasi sendiri, dan informasikan rencana pertemuan kepada orang tepercaya. Pengguna juga perlu berhati-hati ketika diminta mengirimkan foto atau video pribadi yang berpotensi disalahgunakan.
Apabila menemukan indikasi penipuan, simpan bukti percakapan, profil akun, serta catatan transaksi yang relevan. Laporkan akun melalui platform terkait dan hubungi pihak berwenang atau lembaga keuangan jika sudah terjadi kerugian.
Langkah-langkah tersebut bukan berarti seseorang harus selalu mencurigai setiap kenalan baru. Sebaliknya, kewaspadaan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Cinta Seharusnya Menghadirkan Rasa Aman
Sebagai Pemimpin Redaksi hallobintang.com, Leli Maslina, S.H., mengajak masyarakat agar tidak menjadikan keinginan untuk segera menemukan pasangan sebagai alasan mengabaikan tanda bahaya dalam sebuah hubungan.
“Mencari jodoh bukan sekadar menemukan seseorang yang mampu membuat kita merasa dicintai, tetapi menemukan orang yang benar-benar menghargai, jujur, dan bertanggung jawab. Jangan biarkan kesepian membuat kita kehilangan kewaspadaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauannya.
Pada akhirnya, hubungan yang sehat membutuhkan waktu, kejujuran, komunikasi terbuka, dan komitmen yang tercermin dalam tindakan nyata. Kedekatan emosional tidak seharusnya digunakan untuk mengendalikan keputusan, menekan pasangan, atau memperoleh keuntungan pribadi.
Di tengah semakin luasnya pergaulan digital, masyarakat perlu menyeimbangkan keterbukaan hati dengan kejernihan berpikir. Sebab, cinta yang sehat bukan hanya tentang menemukan seseorang yang menjanjikan masa depan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan yang tumbuh secara wajar, saling menghormati, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Cinta boleh tumbuh di dunia maya, tetapi kewaspadaan harus tetap terjaga.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
PN Pekanbaru Vonis Rahmat Hidayat dan Denda Rp7 Juta dalam Perkara Penghinaan Ringan
Pekanbaru, www.radaroke.com – Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan pidana dendaPemkab Siak Kawal Hak Warga, PT AIP Siap Penuhi Kewajiban FKPM Rp57 Miliar
Siak, www.radaroke.com – Penantian panjang masyarakat di sekitar wilayah operasional PT AIPInvestasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB Siak, Bupati Afni Pastikan Putra Daerah Jadi Prioritas
Siak, www.radaroke.com – Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau, mulaiDBH Siak Terancam Susut 70 Persen, Bupati Afni Perjuangkan Hak Daerah ke Kemenkeu
Siak, www.radaroke.com – Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang kembali membayangi daerahCegah Alih Fungsi Lahan Bekas Karhutla, Bupati Siak Tanam Pohon di Kawasan KITB
Siak, www.radaroke.com– Pemerintah Kabupaten Siak melakukan penghijauan di lahan gambut bekasPemkab Siak Terima Dokumen Alokasi Dana Dekonsentrasi Penguatan Koperasi Merah Putih
Pekanbaru, www.radaroke.com — Langkah Kabupaten Siak dalam memacu roda perekonomian di












Komentar Via Facebook :