Foto bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I). Foto: Ist
Masyarakat Desa Batang Nilo Kecil Pelalawan Sambut Baik Tim PKM ITP2I
Kades Rahnus: Ini Sangat Bermanfaat untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat
Beranda / Daerah /
Pelalawan, www.radaroke.com - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) melaksanakan Sosialisasi Teknik Pembungaan Kelapa Sawit Berbasis Perkebunan Berkelanjutan dengan Budidaya Berwawasan Lingkungan di Desa Batang Nilo Kecil, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (13/2/25) pagi.
Salmiyati, M.Pd., Ph.D bersama beberapa dosen diantaranya Rannando, S. P., M. Si, Fradilla Swandi, S. P., M. P, Bajora Justisia, S. P. M. Si dan Sindi Haryanti, S. P., M. P.
Tim PKM juga turut melibatkan sejumlah mahasiswa yang sedang fokus melaksanakan penelitian mengenai penyerbukan bunga kelapa sawit. Diantaranya, Dewi Andri Yani, Imelda Musdalifa dan Mawaddah Tujannah.
Menurut Ketua Tim PKM Salmiyati, M.Pd., Ph.D, kegiatan PKM merupakan kegiatan yang wajib dilakukan setiap akademisi di Perguruan Tinggi.
"Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa pelatihan dan penyuluhan mengenai teknik pembungaan kelapa sawit," katanya kepada tim redaksi www.radaroke.com.
Cik Salmi sapaan akrab Ketua Tim PKM itu mengatakan, kelapa sawit merupakan komoditas tanaman perkebunan yang sangat dominan di Indonesia.
"Terutama di Kabupaten Pelalawan. Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh jumlah TBS yang dihasilkan," tuturnya.
Faktor iklim sambung Cik Salmi, turut berperan penting dalam proses pembungaan kelapa sawit.
"Seperti curah hujan. Pada musim hujan pembentukan bunga betina lebih besar dan bunga jantan lebih kecil (sedikit). Sebaliknya, pada musim kemarau bunga jantan lebih banyak terbentuk dibandingkan bunga betina," sambungnya.
Pembentukan buah kata Cik Salmi, terjadi dari proses polinasi putik oleh polen melalui penyerbukan.
"Pollinator kelapa sawit bisa melalui angina, kumbang penyerbuk, dan penyerbukan dibantu oleh manusia," terangnya.
Cik Salmi menuturkan, beberapa keuntungan penyerbukan buatan diantaranya mampu meningkatkan hasil produksi TBS.
"Karena lebih banyak bunga betina yang berhasl dibuahi, mengurangi resiko produksi rendah yang dikarenakan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung penyerbukan alami," tuturnya.
Kegiatan PKM diikuti oleh lapisan masyarakat, mulai dari aparat desa hingga masyarakat desa.
Kegiatan PKM ini disambut baik masyarakat, hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang aktif mengikuti kegiatan hingga akhir.
Kepala Desa Batang Nilo Kecil Rahnus berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat meningkatkan hasil produksi dari kebun sawit masing-masing.
Kegiatan ini kata Kades Rahnus, sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat pekebun kelapa sawit di Desa Batang Nilo Kecil semakin memahami pengembangan budidaya kelapa sawit dan produksi Tandan Buah Segar (TBS)," pungkasnya.
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
JANGAN LEWATKAN
Bingung Mau Kuliah Dimana, di ITP2I Pelalawan Aja!
Pelalawan, www.radaroke.com - Bagi kamu yang berminat kuliah, tapi masing bingung mau kuliahZukri: "Saya Tidak Terima Uang..."
Pelalawan, www.radaroke.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendekat, iklim politik ikutBerhasil Raih Akreditasi 'Baik' dari BAN-PT, Wabup Pelalawan Minta Beasiswa Ditingkatkan
Pangkalan Kerinci, www.radaroke.com - Wakil Bupati Pelalawan H. Nasarudin, SH., MH meminta pihak










Komentar Via Facebook :